KKB Papua, Dampak Ketimpangan Pembangunan?

0
302

Jakarta, namalonews.com- Baru-baru ini terjadi kekerasan kriminal di Indonesia. Belum lama ini, kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah di Indonesia bagian timur, tepatnya di Papua.

Mereka tiba-tiba menyerang rombongan pengangkut logistik Pilkada tanpa diketahui sebab musababnya. Ada beberapa daerah yang menjadi pusat penyerangan. Dengan peristiwa ini, Irjen Polisi Setyo Wasisto selaku Kepala Divisi Humas Polri menegaskan, tak akan tinggal diam.

“Pengejaran untuk (KKB) di Papua akan diperkuat,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta beberapa waktu silam. Pihaknya masih menyelidiki tempat kejadian. Tak gampang menemukan pelakunya. Kondisi alam yang memang menjadi kendala.

“Hutannya sangat lebat kemudian cuaca kadang tak bersahabat, medannya cukup berat,” kata Setyo.

“Pihak kami membawa dua speedboat pembawa surat suara hasil pencoblosan diberondong tembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya. Satu speedboat yang diisi oleh masyarakat berhasil selamat dari berondongan peluru. Namun, satu speedboat yang ditumpangi anggota Polisi tak bernasib sama” tambahnya.

Disebutkan bahwa Polisi Iptu Jesayas Nussy, salah satu polisi yang tewas merupakan anggota Polres Puncak Jaya. Beliau gugur karena terkena tembakan anggota KKB di bagian perut hingga pembuluh darah dan limfa.

Pada Selasa (03/07/2018) jenazah baru diketemukan warga di sungai Douw, Kabupaten Tolikara dalam posisi sudah mengambang. Artinya, sudah sekitar delapan hari sejak kejadian dari jenazah diketemukan.

Tujuh anggota Polri berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua orang di antaranya sempat dinyatakan hilang hingga ditemukan telah tewas yakni Ipda Yesayas Nussy tersebut.

Sampai kini, jenazah Iptu Nussy disemayamkan di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura. Rencananya hari ini, Kamis (05/07/2018) dievakuasi ke Biak untuk dimakamkan di kampung halamannya.

“Rencananya Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli akan hadir dalam pemakaman yang akan dilakukan secara militer di Biak,” terang Komisaris Besar Kamal pada media.”Rencananya besok (kamis-red) akan diterbangkan ke Biak untuk upacara pemakaman,” tambah Kamal.

Sedikitnya ada 30 anggota Polri yang tewas dan 57 anggota polisi yang cedera dalam kurun waktu 10 tahun yang dilakukan oleh kelompok kriminal di Papua. Sedangkan untuk anggota sipil 78 orang tewas dan 117 luka.

Disinggung terkait ketimpangan pembangunan, masalah KKB di Papua dibandingkan daerah lainnya di Indonesia yang menimbulkan kekecewaan pada masyarakat, Presiden Jokowi mengakuinya. Infrastruktur di Indonesia bagian timur memang masih tertinggal dibanding daerah lain.

“Kalau lihat lapangannya di Indonesia bagian barat, tengah, timur, memang Indonesia bagian timur sangat tertinggal sekali di bidang infrastruktur. Oleh sebab itu kalau lapangannya kita tahu betul, kita akan ngerti bahwa itu yang akan kita lakukan,” terangnya beberapa waktu lalu pada media.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here