Pemerintah Minta Masyarakat Aktif Perangi Sampah Plastik

0
136

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah mengharapkan Masyarakat semakin gencar dan aktif dalam memerangi sampah plastik. Memperkuat harapan tersebut, pemerintah mengundang dan menghadirkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim ke Indonesia.

Menteri Kordinato Maritim Luhut Pandjaitan menyebut kunjungan Presiden Bank Dunia tersebut ke Indonesia diharapkan bisa memberikan motivasi dan memperkuat komitmen pemerintah serta antusiasme akan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi sampah plastik.

Pemerintah Indonesia menginginkan sampah plastik bisa berkurang 70 persen di 2025. Demikian disampaikan Menko Maritim pada Rabu (4/7/2018).

Presiden Bank Dunia akan diundang untuk mengunjungi Balai Pengelolaan Hutan Mangrove dan melakukan berbagai diskusi dengan beberapa menteri di antaranya Menteri Keuangan, PUPR, dan Desa terkait sampah dan penanganannya.

“Sampah ini sudah merupakan masalah serius. Untuk menanganinya, kita harus membutuhkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pemerintah tengah mempersiapkan Peraturan Presiden untuk menangani masalah sampah nasional. Jika Perpres telah dikeluarkan, kita akan ajukan anggaran untuk program ini dalam rancangan perubahan APBN 2018,” lanjutnya.

Saat ini, Bank Dunia sedang menjalankan proyek Dana Perwalian Kemaritiman Indonesia (Indonesia Oceans Multi Donor Trust Fund). Dana tersebut merupakan suatu bentuk dukungan strategis terhadap seluruh agenda kelautan Indonesia.

Dukungan tersebut di antaranya adalah perbaikan terhadap perencanaan, koordinasi, kebijakan, dan pendanaan strategi kelautan Indonesia.

Selain itu, dana tersebut sebagai upaya untuk mendukung pengurangan limbah plastik yang tertuang dalam rencana aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik.

Luhut menambahkan dana tersebut juga akan mendukung ketahanan daerah pesisir dan sumber daya laut. Dana perwalian ini akan dikelola oleh Bank Dunia yang merupakan hibah dari Norwegia dan Denmark. Kedua negara ini akan memberikan sejumlah 1,4 juta dolar AS dan 875 ribu dolar AS.

Tujuan dana tersebut adalah menciptakan sinergitas dengan program sejenis lainnya di bawah Bank Dunia dan mitra pembangunan lainnya, termasuk di antaranya meningkatkan pengelolaan sampah di berbagai kota di Indonesia.

Badan ini juga akan menjalankan proyek pengelolaah sampah padat Bank Dunia yaitu memberikan dukungan kepada Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum serta Kementeritan Lingkungan Hidup serta Kehutanan dalam melaksanakan program pengelolaan sampah senilai 1,2 miliar dolar AS.

Sebagain besar biaya tersebut akan didanai oleh pemerintah pusat dan daerah. Program ini diharapkan  bisa menarik investasi dari pihak swasta yang diperkirakan mencapai 1,5 miliar dolar AS.

Program ini akan berlangsung selama 6 tahun dan diharapkan 30 kota di Indonesia bisa mencapai sistem pemungutan, pengelolaah dan pembuangan sampah lebih baik lagi. Secara keseluruhan, program ini diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah di laut khususnya sampah plastik.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here