Perluasan Ganjil Genap, Persembahan Asian Games?

0
191

Jakarta, namalonews.com- Pengaturan lalu lintas di Jakarta yang menyangkut nomor kendaraan bernomor ganjil dan genap menuai pro kontra dari perbagai kalangan. Disinyalir, sistem seperti ini dinilai kurang efektif dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Akhir-akhir ini, pemerintah kota Jakarta menambah area perluasan sistem ganjil genap dalam rangka menyambut Asian Games.

Djoko Soetjiwarno, tokoh pengamat transportasi dari Universitas Katholik Soegiyopranoto dalam keterangannya menegaskan bahwa aturan yang dipakai dalam ganjil genap bisa diberlakukan lagi setelah pesta Asian Games.

“Tujuannya agar masyarakat mau beralih ke angkutan umum. Memang pil pahit, tapi kalau tidak akan macet terus,” kata Djoko kepada media beberapa waktu lalu.

Misalnya seperti pada olimpiade yang berlangsung di China pada tahu 2008 silam, negara tersebut juga memberlakukan sistem seperti itu untuk pengaturan kendaraan di jalan raya.

Bedanya di China dengan di Indonesia khususnya Jakarta yaitu, kalau di China kendaraan yang diizinkan yaitu yang mempunyai angka nopol terakhir dijumlahkan 10. Ini berlaku untuk ganjil dan juga genap. Sedangkan untuk hari Minggu peraturan atau kebijakan tersebut tidak berlalu alias bebas.

“China itu sebelum olimpiade 2008 kondisi (transportasinya) hampir mirip Jakarta. Harusnya bisa meniru, jangan cuma pas Asian Games, setelah itu terusin saja,”  terang Djoko pada media. Bahkan China juga menerapkan larangan untuk sepeda motor melintas di dalam kota. Regulasi seperti ini juga turut diperpanjang. Dan nyatanya, dengan regulasi dan kondisi yang seperti ini masyarakat akan lebih tenang dan nyaman. Sehingga tercipta kondisi disiplin yang tinggi.

Lebih lanjut Djoko menerangkan, setelah acara tersebut selesai larangan dan peraturan itu diberhentikan. “Ketika acara selesai, kebijakan itu dibalikin (dicabut), masyarakatnya sudah enggak mau karena merasa nyaman dengan udaranya,”

Sementara di Jakarta, tengah melakukan uji coba perluasan sistem ganjil genap jelang Asian Games 2018. Sistem ini dinilai perlu dievaluasi kembali agar bisa berdampak pada pengurangan kemacetan. Tidak semua kawasan kena perluasan. Kawasan yang diperluas meliputi ruas Jalan Rasuna Said, terus ke Metro Pondok Indah, Haji Benyamin Sueb, MT Haryono, dan juga jalan  D.I. Panjaitan. Semua jalan tersebut dinilai perlu dengan perhitungan yang matang.

Regulasi terhadap uji coba ini bakal berlaku dari Senin sampai Minggu. Dan selama bulan Juli, yang diefektifkan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Yakni selama Jakarta melangsungkan pesta olah raga Asian Games pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Terkait hal tersebut, Danang Parikesit, Guru Besar Transportasi dari Universitas Gajah Mada dalam keterangannya, penerapan ganjil genap mestinya sudah disiapkan sejak jauh hari sebelum terjadinya pesta Asian Games. Ini dimaksudkan agar tidak banyak menuai kritik dari masyarakat khususnya pengguna.

“Sebenarnya yang mau diamankan itu kan rute atlet ke venue atau menteri yang mungkin mau lihat mereka bertanding. Ini harusnya sudah diatur sejak jauh hari agar masyarakat tahu kalau ada rute yang diutamakan,” ujarnya pada media beberapa waktu lalu. Sehingga perluasan ganjil genap ini tidak terkesan mendadak.

“Kalau sekarang jangka pendek memang harus dievaluasi dulu, apakah betul-betul memberi dampak mengurangi kepadatan koridor yang akan digunakan atlet,” tambahnya.

Dengan aturan yang seperti ini turut memancing masyarakat untuk menggunakan angkutan umum atau maupun online.

“Kalau mereka pindah moda, kemungkinan pakai layanan online. Ini yang akan terjadi dalam jangka pendek. Kalau kemudian pakai angkutan umum saya rasa masih sangat jauh itu,” tambahnya.

Penuli: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here