TGB Balik Arah: Dulu Calon Penantang, Kini Dukung Jokowi Dua Periode

0
275

Jakarta, namalonews.com- Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) adalah gubernur NTTB dua periode. Lahir pada 31 Mei 1972, oleh MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia), ia ditetapkan sebagai gubernur paling muda.

Ia lulus mendapat gelar sarjana pada tahun 1995. Pendidikannya tak hanya berhenti di sana, ia melanjutkan program S2 dan S3 pada bidang dan perguruan tinggi yang sama. Ia berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2010.

Dalam perjalanan kariernya, Zainul Majdi adalah seorang dai, sejak tahun 1999. Dia  bergabung dalam ormas Islam, Nahdlatu Al-Wathan, bahkan dia menjadi Ketua Umum PB Nahdlatu Al-Wathan tersebut.

Selain berkecimpung di dunia dakwah dan pendidikan, ia terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Pada tahun 2004, dia menjadi anggota DPR periode 2004-2009. Akan tetapi, ia tidak menuntaskannya karena pada tahun 2008, ia maju pada Pilgub NTB. Muhammad Zainul Majdi terpilih menjadi gubernur NTB periode 2008-2013.  Ia menjadi gubernur pada usia 36 tahun.

Pada Pilgub 2013, ia maju kembali dengan kendaraan politik Partai Demokrat. Ia terpilih kembali untuk periode 2013-2018. Zainul Majdi pun akhirnya menjadi salah satu gubernur termuda Indonesia yang menduduki jabatan itu selama dua periode.

Sebagai gubernur, TGB cukup berhasil memimpin NTB. Keberhasilan itu diakui oleh  banyak pihak. Salah satunya adalah politisi senior Partai Golkar NTB, Busrah Hasan.

Busrah Hasan menyebut sosok TGH Muhammad Zainul Majdi merupakan gubernur tersukses sepanjang sejarah terbentuknya Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saya menilai sejak dipimpin TGH Muhammad Zainul Majdi, NTB banyak mengalami perubahan,” kata Busrah Hasan di Mataram, Rabu (16/8/2017).

Atas keberhasiannya tersebut, ia dicalonkan untuk maju sebagai bakal calon presiden. Sebagai bakal calon presiden pada piplpres 2019, ia bisa menjadi penantang Jokowi.  Itulah sebabnya, kemudian ia dideklarasikan untuk menjadi bakal calon presiden.

Poros Pemuda Nusantara mendeklarasikan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019. Para relawan yakin dengan sosok TGB yang Islami dan nasionalis.

“Kami mengenal sosok Tuan Guru Bajang dengan sederet prestasinya yang pernah ditorehkan sejak memimpin NTB dua periode. Penghargaan sebagai pemimpin yang berintegritas, kredibilitas, akseptabilitas menciptakan pemerintahan yang bersih pernah diraihnya,” kata Koordinator Poros Pemuda Nusantara, Arief Kurniadi, di bilangan Cikini, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Di tengah-tengah tingkat elektabiliasnya yang cukup tinggi untuk maju pada pilpres 2019, tiba-tiba TGB menjadi tersangka oleh KPK. Hal itu dibenarkan oleh ketua KPK, Agus Raharjo.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, membenarkan bahwa penyidiknya telah  memeriksa Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Madji atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) beberapa waktu lalu. Meski tak merinci pemeriksaan TGB atas perkara apa, namun ia memastikan perkara itu adalah perkara lama.

“Iya, itu kasus lama,” ujar Agus ketika dijumpai di rumah dinas Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018). Ketika ditanya kembali apakah TGB diperiksa atas sebuah dugaan perkara saat dirinya menjabat sebagai Gubernur NTB, Agus menampiknya.

“Enggak, enggak. Enggak ada kaitannya,” ujar Agus.

Kini tiba-tiba TGB mendukung pemerintahan Jokowi.

Gubernur NTB TGBH Zainul Majdi atau tuan guru bajang (TGB) mendukung pemerintahan Jokowi berlanjut ke periode kedua di pilpres 2019. Dukungan tersebut diisukan ada kaitannya dengan pemeriksaan KPK.

Namun, hal itu langsung dibantah TGB.

“Sama sekali tidak ada. Saya tidak pernah dalam hidup saya memutuskan sesuatu yang di luar keyakinan saya sebagai manusia,” kata TGB, Rabu (4/7/2018).

Keputusan untuk mendukung Jokowi 2 periode, kata TGB, sudah melalui berbagai pertimbangan. Percepatan pembangunan NTB menjadi salah satu alasan.

“Kita juga di NTB ingin tetap maju. Ada juga pertimbangan akal sehat. Itu hal yang mendasar yang jadi faktor ambil kesimpulan. Kesimpulannya seperti itu,” ucap kader Partai Demokrat ini.

Jika faktanya seperti yang disebutkan di atas, maka tidak salah sekiranya ada  sejumlah pihak yang menyatakan bahwa dulu penantang sekarang pendukung Jokowi untuk dua periode.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here