Uni Eropa Pastikan Akan Hindari Perang Dagang AS

0
290

Jakarta, namalonews.com Uni Eropa akan bekerja keras untuk mengantisipasi perang dagang yang gencar dilakukan oleh Amerika Serikat. Bahkan, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan Uni Eropa akan menerapkan segala kebijakan untuk menghindari perang dagang dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Merkel juga menegaskan Jerman akan berkomitmen untuk memperkuat dan meningkatkan pembelanjaan pertahanan secara berkala, sisi lain dari perselisihan dengan Washington.

“Kami akan berupaya untuk meredakan konflik ini sehingga tidak akan berubah wujud menjadi perang nyata. Tapi, tentu saja ada dua sisi untuk itu. Upaya pencegahan ini sangat penting dan mendesak untuk segera dilakukan sekarang,” kata Merkel pada Kamis (5/7/2018).

Lebih lanjut, Merkel menginformasikan bahwa kepala komisi Eksekutif Uni Eropa-Jean Claude Juncker akan segera melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump telah menerapkan dan memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium untuk Uni Eropa. Bahkan, Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan apakah akan meningkatkan atau menambahkan tarif pada mobil, truk, dan suku cadang mobil.

Merkel menyebut langkah atau kebijakan Presiden AS Donald Trump menyakitkan Jerman yang adalah negara industri otomotif.

Merkel berpendapat fungsi ekonomi dunia bergantung pada negara-negara mitra. Bahkan, ia mempertanyakan nilai atau standar surplus dan defisit dari perdagangan barang saja. Jika layanan digital dimasukkan, ia juga menyebut kemungkinan Amerika akan mengalami surplus perdagangan dengan Eropa akan terjadi.

“Upaya ini sudah tidak berlaku lagi sekarang karena hanya menghitung barangnya saja, sementara layanannya dilupakan begitu saja. Ini taktik atau strategi kuni,” ujarnya.

Selain itu, Amerika juga menekan Jerman dengan menyebut pembelanjaan pertahanan tidak memadai menjelang konferensi tingkat tinggi NATO pada 11-15 Juli di Belgia. Mengulas kembali, pada 2014, sekutu NATO setuju menghentikan pemotongan anggaran pertahanan dan mulai menghabiskan lebih banyak saat ekonomi tumbuh.

Tercatat 2 persen dari produk domestik bruto akan digunakan untuk pertahanan dalam satu dekade.

Pengeluaran Jerman sejauh ini berkisar 1,24 persen dari produk domestik bruto. Merket menyebut meski pengeluaran meningkat namun produk domestik bruto sebenarnya masih berkurang.

“Itulah mengapa kami berkomitmen menghabiskan 1,5 persen dari produk domestik bruto untuk peridoe 2025,” lanjutnaya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here