Kemenperin Akan Gandeng Go-Jek dan Google Tingkatkan IKM

0
158

Jakarta, namalonews.com- Kementerian Perindustrian berencana akan gandeng Go-Jek dan Google untuk meningkatkan akses pasar dan kemampuan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam negeri.

Dirjen Industri Kecil Menengan Kemenperin-Gati Wibawanigsih menyebut pelaku IKM harus mengikuti perkembangan teknologi digital. Hal ini diperkuat dengan implementasi industri 4,0. Selain itu, manajemen keuangan dan produknya juga harus bisa bersaing di pasar digital sekarang.

“Hal ini sesuai workshop e-smart IKM di Surabaya. Pelaku IKM perlu manfaatkan peluang dari potensi pasar e-commerce di Indonsia yang diperkirakan mencapai 46 miliar dolar AS atau 52 persen dari potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara yang mencapai 88 miliar dolar AS pada 2015,” ujar Gati di Jakarta pada Jumat (6/7/2018).

Bertolak dari potensi pasar tersebut, Kemenperin telah membuat platform digital e-Smart IKM yang diluncurkan pada Januari 2017.

Aplikasi e-Smart tersebut menyajikan profil industri, sentra, dan produk yang satukan dengan beberapa “marketplace”. Tujuannya adalah mempermudah dan meningkatkan akses pasar melalui internet.

Gati menyebut contoh marketplace yang telah diajak kerja sama di antaranya Bukalapak, Tokopedia, Blibi, Shopee, dan Blanja.com. Ia menyebut 1.730 pelaku IKM telah mengikuti program e-Smart pada 2017. Sedangkan, pada 2018, Kemenperin targetkan mencapai 4 ribu IKM bisa terlibat.

Gati menambahkan saat ini sektor usaha yang melonjak adalah produsen aksesoris handphone dan suku cadang sepeda motor. Selain itu, sektor IKM makanan dan minuman juga paling banyak diminati sekarang.

“Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu lokasi potensia dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya sektor IKM. Pada kuartal pertama 2018, pertumbuhan produksi industi mencapai 14,42 persen. Pencapaian ini lebih tinggi dari periode yang sama di 2017,” ujarnya.

Nilai pertumbuhan produksi manufaktur di Jawa Timur tersebut lebih besar dibandingkan nasional yang naik 5,25 persen. Dengan demikian, pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada kuartal pertama 2018 lebih unggul 9,17 persen.

Ada beberapa sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur yang meningkat 10 persen di antaranya industri furnitur 12,18 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 16,65 persen, dan industri pakaian 20, 41 persen.

Selain itu, industri barang galian bukan logam mencapai 23,73 persen, industri kertas dan barang dari kertas 27,95 persen, industri bahan kimia dan barang dari bahan itu 38,28 persen, dan industri percetakan serta reproduksi media rekaman tercatat 45,60 persen.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here