TGB Pintar Mencari Momentum, Dukung Jokowi Setelah Berurusan dengan KPK

0
491

Jakarta, namalonews.com- Tuan Guru Bajang (TGB) atau yang nama lengkapnya yaitu  K.H. Muhammad Zainul Majdi adalah gubernur NTB yang menjabat selama dua periode, yakni periode 2008-2013 dan 2013-2018. Menjabat gubernur selama dua periode, berarti TGB berhasil menjadi pemimpin di provinsi NTB. Keberhasilannya itulah yang kemudian mengangkat namanya ke tingkat nasional.

Di tingkat nasional ia masuk bursa calon presiden. Namanya masuk bursa capres bersama tokoh-tokoh lain, seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sampai Zulkifli Hasan.

Sejak namanya masuk ke tingkat nasional itulah nama TGB mulai mendapatkan dukungan untuk ikut serta dalam Pilpres 2019, baik sebagai capres maupun cawapres. Sosok pemimpin berkacamata itu pun akhirnya merespon positif dukungan itu sembari mempersiapkan diri dengan terus belajar.

Di tengah-tengah namanya melambung dan  masuk sebagai bakal calon presiden atau calon wakil presiden untuk pilpres 2019, TGB tiba terkena kasus hukum yang menjeratnya harus berurusan dengan KPK. KPK meminta keterangan kepada TGB terkait kasus lama.

TGB dimintai keterangan terkait penyelidikan suatu kasus. Namun, KPK enggan membeberkan apa yang sedang ditangani terkait proses klarifikasi tersebut. Hanya ditegaskan proses ini belum sampai ke tahap penyelidikan.

“Materi atau substansinya tentu masih bersifat tertutup. Karena ini baru tahap yang sangat awal,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Kasusnya yang berkaitan dengan KPK belum usai, tiba-tiba beradar foto TGB bersama Jokowi. Dalam foto itu terdapat tulisan yang mengagetkan.

“Kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat jadi pertimbangan. Beliau layak dan pantas diberi kesempatan dua periode. TGB, Jakarta, 4 Juli 2018.”  Begitulah tulisan itu. Maksud kata “beliau”  tentu saja adalah Jokowi untuk menjadi presiden dua periode.

Keputusan TGB untuk mendukung Jokowi menjadi presiden pada pilpres 2019 tersebut mendapat tanggapan dari pengurus Partai Bulan Bintang (PBB). Sebagaimana diketahui bahwa TGB menjadi gubernur NTB periode pertama (2008-2013) setelah diajukan oleh PKS dan PBB pada Pilkada NTB, 7 Juli 2008.

PBB menyebut TGB pintar mencari momen.

“Pengalaman saya, beliau ini pintar cari momen,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB, Sukmo Harsono kepada wartawan, di Jakarta, belum lama ini.

Sukmo mengungkit saat TGB berhasil melanggeng ke Senayan mewakili PBB di periode 2004-2009. Kemudian, juga masa saat TGB maju di Pilgub NTB tahun 2008 diusung PBB.

Di periode kedua, sebut Sukmo, TGB memilih meninggalkan PBB dan melangkahkan kaki ke Partai Demokrat (PD). Karena itu, Sukmo mengaku tak heran dengan sikap TGB yang tiba-tiba saja menyatakan dukungan kepada Jokowi, meski PD belum menyatakan sikap di Pilpres 2019.

“Dulu baru selesai kuliah kembali ke Indonesia pas milih momen bergabung dengan PBB dan duduk sebagai anggota DPR RI. Kemudian di momen yang pas dapat dukungan maju Pilgub dari PBB dan menang,” tutur Sukmo.

“Berikutnya tinggalkan PBB gabung ke Demokrat untuk dapat maju lagi di pilgub periode ke dua. Sekarang setelah hampir habis jabatanya sangat cerdas berbeda pendapat dengan Demokrat beliau mendukung Pak Jokowi,” imbuhnya.

Menurut Sukmo, TGB pandai melihat peluang. Dia berharap dukungan TGB ke Jokowi tidak ada maksud.

Sukmo kemudian menyinggung soal nama TGB yang ada di daftar calon presiden hasil Rakornas PA 212. TGB, menurut Sukmo, barangkali memang tidak mau mengambil kesempatan yang ditawarkan PA 212.

“Di mana ada peluang yang baik disitu beliau berada. Itulah hebatnya beliau, he-he-he. Semoga ada agenda baik dari beliau untuk merapat ke Pak Jokowi bukan karena ada ‘sesuatu’,” ucapnya.

“Saya berprasangka baik saja beliau tidak ambil rekomendasi PA 212, padahal peluangnya sangat besar di PA 212,” sambung Sukmo.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here