Bulan Ini Harga BBM Naik, Jelang Pilpres 2019 Harga BBM Turun, Demi Pencintraan!

0
210

Jakarta, namalonews.com- Pada awal bulan Juli 2018 ini harga BBM naik. Kenaikan itu mencakup jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan itu dilakukan secara diam-diam karena dilakukan tanpa pemberitahuan dari pemerintah terlebih dahulu.

Kalau pada kali ini harga BBM naik, maka jelang pilpres 2019 harga BBM diprediksi turun. Mungkinkah harga BBM turun? Mungkin. Salah satu faktor penyebabnya adalah harga BBM di pasaran dunia juga turun.

Kondisi itu diakibatkan pasokan minyak global yang mengalami kelebihan stok serta konsumen energi utama sedang lesu konsumsi ekonominya.

Akibatnya, stok minyak dunia terus bertambah banyak tanpa dikonsumsi. Hukum ekonomi pun berlaku, ketika stok barang “emas hitam” atau minyak mentah ini makin banyak di pasaran, maka harganya pun akan semakin merosot tajam.

Di samping itu, ada satu faktor lain lagi yang menyebabkan harga BBM turun adalah karena pencintraan. Dalam hal ini menyangkut kebijakan politik pemerintah. Pemerintah menarik simpati rakyat, yakni menurunkan harga BBM yang pada priode sebelumnya sudah dinaikkan.

Kenaikan harga BBM kali ini, dalam pandangan pengamat politik, Muslim Arbi, adalah sebagai strategi. Muslim mensinyalir bahwa ada strategi yang dijalankan Pemerintahan Jokowi terkait dengan kenaikan harga BBM. Dengan demikian, srategi menaikkan dan menurunkn harga BBM hanya sebagai cara untuk menarik simpati raakyat.

Dalam pandangan Muslim, Jokowi telah menjalankan strategi politik jelang pilpres untuk menarik simpati rakyat, dengan menurunkan harga BBM. Akan tetapi, sebelumnya harga BBM sudah dinaikkan terlebih dulu.

“Kalau dicermati, harga BBM dinaikkan bulan ini, tetapi jelang Pilpres diturunkan. Ini untuk menarik simpati,” kata Muslim Arbi (02/07/2018).

Kenaikan harga BBM, dalam pandangan Muslim, akan mengungkan Pertamina. Selain itu, patut diduga ada alokasi dana yang disisihkan untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Dugaan keuntungan dari kenaikan BBM untuk dukungan Jokowi itu merupakan hal yang lumrah,” jelas Muslim.

Kenaikan harga BBM pada awal bulan ini yang sepi dari gerakan penolakan, demo, unjuk rasa, dalam pandangan Muslim dianggap aneh. Sebagaimana diketahui bahwa setiap kali ada kenaikan harga BBM, masyarakat selalu menolaknya, baik dari kalangan DPR,  pengamat, mapun mahasiswa, maupun rakyat biasa. Akan tetapi kenaikan BM kali ini hingar-bingar dan demo penolakan tidak terjadi di mana-mana.

“Semua tahu bahwa penguasa telah mengendalikan media mainstream, memelihara buzzer untuk mengendalikan opini,” papar Muslim.

Lebih jauh, Muslim mengingatkan perihal kenaikan harga BBM ini. Kenaikan BBM saat ini dalam pandangannya, justru membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk.  Kalau sudah terpuruk, justru susah bangkitnya.

“Berdampak pada inflasi, turunnya daya beli masyarakat,” pungkas Muslim.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here