Rangkaian Kegiatan Harganas XXV di Kota Manado dihadiri Menko PMK “Puan Maharani”

0
14504

Jakarta, namalonews.com- Presiden Jokowi sering kali menyerukan agar Revolusi Mental harus dimulai dari masing-masing kita sendiri, dimulai dengan lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta lingkungan kerja dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota dan lingkungan Negara.

Hal ini terlihat pada Seminar Nasional Pengasuhan Anak kerjasama BKKBN dan Dharma Wanita Persatuan BKKBN yang termasuk dalam rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 di Hotel Sutan Raja Manado, 5 Juli 2018.

“Pendekatan siklus hidup dalam membangun keluarga Kecil, Bahagia, dan Sejahtera merupakan kunci utama dalam menciptakan kualitas keluarga yang sehat, sehingga akan melahirkan generasi emas yang berkualitas,” ujar Deputi KSPK BKKBN M Yani saat membuka kegiatan Seminar Nasional Pengasuhan Anak kerjasama BKKBN dan Dharma Wanita Persatuan BKKBN.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan ini juga diselenggarakan Pembukaan Gelar Dagang Nasional yang dilaksanakan di Kawasan Megamas. “Tentunya kegiatan ini akan memberikan peluang besar kepada UMKM untuk pasarkan produknya. Diharapkan pula terjalin komunikasi dan tukar pengalaman pelaku usaha sehingga bisa membangun jaringan lebih luas dan memiliki daya saing baik kualitas maupun kuantitas produk”, ujar Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahyo Kumolo. Ia meminta jajaran PKK dan BKKBN untuk terus melakukan pendampingan usaha mikro di daerah masing-masing agar bisa lebih meningkat.

Dalam kesempatan pembukaan Gelar dagang tersebut juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada Ketua TP PKK Provinsi dan kabupaten/kota pemenang dalam lomba pelaksana Terbaik lingkungan bersih sehat (LBS), lomba pelaksana terbaik PKK-KKBPK-Kesehatan, lomba pelaksana terbaik PHBS, lomba pelaksana terbaik posyandu Tahun 2018.
Tak hanya itu, ternyata dalam pagelaran ini diberikan juga penghargaan tertinggi di bidang Kependudukan Kelurga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yakni Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Wira Karya.

“Terima kasih atas segala komitmen Saudara, saya harap penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat Saudara untuk terus memberikan dukungan terhadap Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan yang tidak kalah pentingnya yaitu Pembangunan Keluarga,” kata Menko PMK dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, Menko PMK juga mengingatkan kembali tentang pentingnya keluarga bagi pembangunan bangsa sebagai wahana untuk memenuhi kebutuhan “asah, asih, dan asuh.”
Asah, menurutnya, bermakna pentingnya mendorong perkembangan otak anak dan membangun karakternya; asih dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak sehingga membangun emosi positif; dan asuh yang bermakna pemenuhan gizi seimbang, perawatan dasar kesehatan, sandang, pangan, dan papan.

Sebanyak 21 orang yang menjabat Gubernur, dan Bupati/Walikota menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan, 2 orang yang berasal dari TP PKK NTB dan Muslimat NW NTB, menerima penghargaan Satyalancana dan Wira Karya.

Menko PMK juga memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana pada 74 Gubernur dan Bupati/Walikota, penghargaan Wira Karya Kencana pada 4 profesi, penghargaan Dharma Karya Kencana pada 17 mitra kerja, juga penghargaan Cipta Karya Kencana pada 2 mitra kerja.
Intinya momentum Hari  Keluarga Nasional, kita diingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri kita dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya didalam keluarga yang akhirnya ke masyarakat, guna menciptakan nilai-nilai kepribadian yang akhirnya dapat membentuk nilai-nilai luhur bangsa.

Untuk itu harus dilestarikan oleh segenap anggota keluarga, agar menjadi suatu kekuatan dalam keluarga  baik di bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, sebagai wahana yang tangguh demi terwujudnya ketahanan keluarga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan nasional.

Penulis: Mufli Paputungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here