Sebutan ‘Cebong–Kampret’, Peluang Adu Domba!

0
363

Jakarta, namalonews.com- Seyogianya istilah ‘kecebong’ maupun ‘kampret’ tidak saling digunakan dalam penyebutan dalam tokoh politik yang beredar di media sosial yang akhir-akhir ini marak. Persis senada dengan yang diimbaukan oleh Aa Gym.

Agar para pendukung tokoh politik tidak lagi saling sebut menggunakan istilah ‘kecebong’ maupun ‘kampret’.

“Kami setuju dengan saran Aa Gym. Politik di Indonesia harus selalu dan tetap menampilkan wajah kemanusiaannya. Menurut saya tak elok menyebut satu atau kelompok tertentu dengan sejenis hewan. Apalagi itu dalam konteks politik,” tutur Ketum Projo Budi Arie Setiadi kepada mediadi Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Demokrasi itu harus bersih. Makanya harus dijaga. Harus ada mufakat jikalau menemukan sesuatu yang perlu dipertimbangkan. Harus sama-sama berpikiran baik untuk mencari solusi.

“Janganlah terus menerus mengadu domba sesama anak bangsa. Kontestasi politik seperti Pileg dan Pilpres hanyalah siklus lima tahunan dalam demokrasi kita,” tambah Budi.

Dari Sabang sampai Merauke membentang wilayah Indonesia. Artinya, Indonesia itu negara besar dan luas. Terlalu besar untuk dikuasai oleh suatu kelompok. Dan persatuanlah yang menjadi tali erat kedaulatan. Makanya semua pihak harus saling menghormati dan gotong royong.

“Saya nggak paham asal muasal istilah itu (cebong atau kampret). Tapi yang pasti nggak sehatlah,” ujar Budi.

Semakin maraknya sebutan kecebong dan kampret dalam penyebutan para tokoh politik menghadapi pileg maupun pilpres 2019 membuat KH. Abdullah Gymnastiaya (Aa Gym) menjadi kian  gerah.

Tidak hanya Aa Gym, hal terkait pun membuat beberapa tokoh politik angkat bicara turut menghimbau agar panggilan sebutan tersebut segera diberhentikan.

Hal sependapat juga keluar dari Tuan Guru Bajang (TGB) tak ingin ada lagi panggilan kecebong dan kampret di tengah masyarakat. “Sesama manusia saling menghargai. Menurut saya, itu (cebong dan kampret) bagian-bagian yang harus dihilangkan dari ruang publik” terangnya pada media.

“Setuju, saya paling nggak suka itu kata-kata itu. Saya paling sebel banget dengar kata kecebong-kampret. Menyebut nama-nama yang merendahkan. Kita sepakat banget sama Aa Gym,” kata Sandiaga Uno yang juga turut mengomentari pada kesempatan tersebut.

Sementara itu, tidak hanya disampai di situ. Aktiivis perempuan, Neno Warisman jug sependapat, “Saya memang dari awal tidak pernah sekalipun menggunakan kata tersebut. Saya itu sangat menyayangi manusia. Bagi saya, mereka belum tahu apa yang kita lakukan dan mungkin juga hal itu yang menjadi kekurangan kita, karena kita belum artikulatif, belum mampu menjelaskan kenapa kita tidak mau. Misalnya memilih presiden yang baru atau yang lain,” ucap Neno.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here