Bakal Nyapres, Amien Rais Disindir sebagai Orang Tua yang Lucu-Lucuan

0
259

Jakarta, namalonews.com- Tokoh reformasi, mantan ketua MPR, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mendapat sindirian. Kali ini sindiran bukan berasal dari orang yang selama ini berseberangan dalam aktivitas politiknya. Sindirian kali ini datang dari tokoh partai yang selama ini justru sering menjadi mitra koalisi dalam memperjuangkan  pergantian presiden pada 2019.

Inilah tokoh partai Gerindra, Demond J. Mahesa. Di partai yang diketuai oleh Prabowo  Subianto itu, dia sebagai Ketua DPP Gerindra.  Atas sindiran itu, Amien Rais mendapat pembelaan, baik dari partai sendiri maupun PKS.

Amien dinilai Desmond sebagai benar-benar mempunyai keinginan maju sebagai capres di 2019. Di samping itu, Amien pun disebut sebagai orang yang selalu “menempel” ke Prabowo untuk mencapai keinginannya.

“Serius. Cuma langkah awalnya lucu bagi saya. Orang yang sudah mati suri dalam politik, selalu ngundang Pak Prabowo ke Yogya, itu. Jadi,  kesan pertama bagi saya sebagai Partai Gerindra, nempel Pak Prabowo, ruangnya terbuka, akhirnya maju,” tutur  mantan aktivis yang kemudian menjadi politisi itu.

Pernyataan Desmond tersebut kemudian dimentahkan oleh PKS. Dalam pandangan PKS, Amien merupakan pejuang bangsa yang mementingkan rakyat.

“Pak Amien itu tokoh reformasi dan belakangan ini di antaranya merupakan  figur yang sangat vokal. Kalau melihat track record selama ini, mestinya Pak Amien tak jadi orang yang culas atau pengkhianat,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

“Beliau jadi seorang pejuang. Tentu kami tak ingin berpendapat Pak Amien orang yang sudah memanfaatkan, tapi Pak Amien sedang berjuang untuk membangun koalisi yang melawan pemerintah, tapi koalisi ini koalisi yang kuat,” tambah dia.

PAN pun tidak ketinggalan turut membela tokoh pendirinya itu terkait dengan  sindiran Desmond. Pembelaan itu disampaikan oleh anak buah Amien,  Dradjad Hari Wibowo.  Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN itu membalas serangan Desmond dengan peribahasa ‘anjing menggonggong, kafilah berlalu’.

“Respons saya mengikuti peribahasa ‘biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu’,” ujar Dradjad lewat pesan singkat, Senin (9/7/2018).

Lebih lanjut, Dradjad mengaku bahwa dia  mempunyai  sejumlah alasan untuk tidak menghiraukan ucapan  Desmond itu. Salah satunya  di antaranya adalah soal posisi Desmond di struktur organisasi Partai  Gerindra.

“Komentar Desmond tidak ada gunanya saya tanggapi. Kenapa? Komentar tersebut dan komentar yang bersangkutan sebelumnya tentang Pak Amien menyiratkan bahwa Desmond masih politisi kelas ‘sorak hore’ di Gerindra,” tambah Dradjad.

Dradjad pun menyebut bahwa jika  memiliki peran kunci di Partai Gerindra, Desmond tentu akan tahu intensitas komunikasi yang terbangun antara Amien dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Memang, selama cukup intens komunikasi antara Amien dan Prabowo Subianto.

“Kalau peranan dia cukup penting di Gerindra, mungkin hanya satu-dua strip di bawah tokoh kunci, seperti Mas Fadli, Mas Muzani, atau Mas Sandi.  Saya yakin  bahwa yang bersangkutan tidak akan berkomentar seperti itu. Karena apa? Karena orang-orang lingkaran satu Mas Prabowo sering diajak ikut rapat dengan Pak Amien,” jelasnya lebih lanjut.

Di samping itu, Dradjad pun  menyebutkan bahwa komunikasi Amien dengan Prabowo juga bisa dibilang cukup akrab. Itulah sebabnya, menurut Drdjad, ucapan  yang disampaikan Desmond pantas tidak dihiraukan.

“Saya tahu persis bagaimana sikap Mas Prabowo ke Pak Amien karena beberapa kali ikut. Saya tahu persis chemistry di antara beliau maupun keakraban yang sangat erat di antara orang-orang dekat kedua beliau. Meski memang, ada beberapa pertemuan yang saya tidak hadir karena jadwalnya bentrok dengan tugas profesional saya,” sambung Dradjad.

Publik menganggap bahwa pernyataan Desmond tersebut cukup mengejutkan. Kenapa? Selama ini, Amien Rais dan PAN  memiliki hubungan yang dekat dengan Gerindra dan Prabowo.

Sementara itu, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, tidak banyak bicara soal kontroversi ini. Namun,  dia memastikan bahwa hubungan Gerindra dengan PAN baik-baik saja.

“Saya kira kita baik-baik saja semuanya. Saya barusan bertemu Zulkifli Hasan (Ketum PAN),” sebut Muzani.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here