Jokowi, Tantangan Indonesia ke Depan Kian Berat

0
273

Jakarta, namalonews.com- Bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Desa Sentul, Babakanmadang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/201) massa yang menamakan diri Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) berkumpul. Mereka sedang  mengadakan silaturahmi dan halal bihalal.

Walaupun mereka menamakan diri sebagai ulama muda, namun tampak pula orang tua, orang muda, hingga anak-anak. Mereka mengenakan kaos bertuliskan Samawi.

Seperti Anton, warga asal Cianjur, yang membawa serta dua cucunya. Ia menyatakan datang ke SICC bersama 60 orang rombongan pengajiannya.

“Tadi satu bus, sekitar 60 orang,” ujar Anton.

Acara itu digelar sebagai bentuk deklarasi untuk mendukung Jokowi pada pilpres 2019. Mereka mendukung Jokowi untuk meneruskan periode keduanya sebagai Presiden RI.

Sekjen Samawi, Aminuddin Ma’ruf, menyebutkan setidaknya ada dua alasan utama yang menjadi kesepakatan para ulama muda untuk kembali mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

“Jokowi dinilai sebagai pemimpin yang pro dan peduli dengan umat beragama, khususnya Islam. Jokowi hampir selalu menyempatkan diri hadir di berbagai agenda-agenda besar yang dihelat oleh banyak organisasi Islam yang ada di Indonesia,” katanya.

Alasan kedua, terkait dengan pembangunan nasional. Ia menilai Jokowi telah mampu membangun Indonesia di berbagai daerah dengan tanpa melupakan pembangunan di Pulau Jawa.

“Ini sesuai dengan prinsip keagamaan Islam Indonesia yaitu ‘almuhafadzatu `ala qadimish shalih wal ahdu bil jadidil aslah’ yang dalam konteks pembangunan manusia dapat dimaknai melaksanakan pembangunan-pembangunan baru yang lebih bermanfaat dan bermaslahah, tanpa melupakan pembangunan lama yang juga bermaslahah,” katanya.

Acara ini diklaim dihadiri oleh sejumlah orang dari berbagai daerah. Namun, belum diketahui siapa koordinatornya. Salah satu peserta bernama Dani. Ia mengaku berasal dari Karawang, Jawa Barat datang ke acara Samawi bersama rekan-rekannya dari Banser dan Ansor.

“Saya dari Karawang, tadi rombongan bareng satu bus,” kata Dani di SICC, Selasa (10/7/2018).

Ia mengaku sebenarnya belum lama mendengar soal Samawi. Sebab, ia hanya diajak oleh rekannya sesama anggota dari Banser dan Ansor.

“Kalau saya baru diajak. Ini ada dari Ansor, ada dari Banser,” jelas Dani.

Acara silaturahmi dan halal bihalal tersebut dimulai sejak pukul 14.30 WIB. Acara ini dipimpin langsung oleh Sekjen Samawi dan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Kedatangan Jokowi memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Jokowi meminta agar ulama dan umara untuk beriringan menjaga ukhuwah bangsa dan negara Indonesia. Menurut Jokowi, tantangan Indonesia ke depan akan semakin berat.

“Sekali lagi beriringnya ulama dan umara dan juga kepada para anggota Samawi marilah kita turut menjaga negara kita, bangsa kita,” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar seluruh umat terus menjaga ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniah.  Sebab, kata Jokowi, ke depan tantangan dan pekerjaan bangsa Indonesia  masih banyak dan panjang.

“Karena pekerjaan kita masih banyak ke depan. Tantangan makin berat, dan bisa dilalui jika kita rukun bersatu,” katanya.

Presiden mengingatkan bahwa bangsa Indonesia penduduk muslimnya terbesar di dunia. Hal itu, kata Presiden,  terus ia sampaikan di beragam konferensi dan forum internasional.

Selanjutnya, Jokowi menjelaskan bahwa saat ini penduduk Indonesia berjumlah 263 juta jiwa. Indonesia, Lanjut Jokowi, dengan jumlah penduduk sebanyak itu memiliki 714 suku, dan lebih dari 1.100 bahasa daerah. Kondisi itu menjadikan Indonesia berbeda, beragam, dari suku, agama, bahasa daerah, adat, dan tradisi.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah karena aset besar Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan, karena kita memang diberikan anugerah Allah Swt,” katanya.

Jokowi menilai bahwa  berbeda, beragam, majemuklah yang membuat bangsa Indonesia dikagumi oleh negara lain.

Hal itu, menurut Jokowi, adalah yang harus terus dijaga sehingga bangsa Indonesia tidak keluar dari rel yang telah direncanakan.

“Ini butuh kerja keras. Negara besar seperti Indonesia cobaannya besar.  Tantangannya, hambatannya juga besar. Akan tetapi, ini tugas bersama untuk membangun negara ini,” jelasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here