5 Manuver TGB Zainul Majdi, Antara Poros Jokowi dan Prabowo

0
130

Jakarta, namalonews.com- TGB Zainul Majdi saat ini muncul ditengah berbagai keriuhan bursa cawapres mengenai dua poros dukungan capres saat ini, yaitu antara Jokowi dan Prabowo. Bahkan Gubernur NTT pada periode tersebut juga dianggap sebagai salah satu capres yang alternatif saat ini.

TGB juga sejauh ini telah menyatakan bahwa dukungannya terhadap Jokowi tersebut untuk kembali maju menjadi capres dalam pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, bahwa Jokowi merupakan seorang yanh tipikal pemimpin pekerja keras. Hal tersebut dikarenakan bahwa mantan Gubernur tersebut perlu untuk diberi sebuah kesempatan untuk maju dalam periode berikutnya.

TGB mengungkapkan bahwa suatu transformasi yang tidak cukup dilakukan hanya lima tahun, pada saat periodisasi maksimal hingga 10 tahun. Ia merasa bahwa sangat fair saja jika diberikan kesempatan untuk dapat kembali melanjutkan.

Kemudian, hal tersebut buka berarti bahwa peluang dari TGB untuk dapat merapat ke kubu Prabowo tersebut sudah tertutup. TGB sendiri juga saat ini menjadi Ketua Tim pemenangan dari Prabowo dan Hatta di NTB pada Pilpres 2019 mendatang.

Sebagai salah satu Ketua tim pemenangan dari Prabowo dan Hatta, maka TGB juga berhasil dalam membawa Prabowo dan Hatta teratas dari Jokowi-JK. Total hingga 72 persen dari suara yang sudah diraih dari Prabowo di NTB. Angka tersebut juga merupakan sebuah kemenangan dari Prabowo selain di berbagai wilayah Jawa Barat serta Sumatera Barat dalam Pilpres 2014 silam.

TGB Zinul Majdi hingga sampai saat ini terus melakuakan kegiatan safari di berbagai tokoh, baik dari tokoh politik nasional hingga tokoh agama.

TGB juga selalu aktif dalam berdakwah yang kerap diundang untuk memberikan sebuah ceramah dengan berbagai ulama terkemuka. Hal tersebut karena sering tampil diberbagai forum dakwah, TGB juga sering mendapatkan dukungan maju dalam capres serta cawapres.

Sejumlah ulama terkemuka diantaranya yaitu seperti KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Abdul Somad dan lainnya juga tersirat setelah ia menyampaikan dukungannya terhadap TGB tersebut untuk dapat ikut dalam meramaikan bursa capres dan cawapres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Dalam sebuah video rekaman diberbagai acara yang di posting di sosial media khususnya Facebook, bahwa terdapat beberapa hal yang menarik selama acara tersebut berlangsung, baik dari Aa Gym sendiri atau Ustadz Somad yang terlihat sudah memberikan sebuah sinyal dukungan agar TGB mencalonkan dirinya sebagai capres atau cawapres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Berbagai sinyal untuk dukungan tersebut juga berawal pada saat Aa Gym menceritakan kepada para jamaah yang hadir dan ia mengatakan bahwa pernah berkunjung ke NTB serta melihat berbagai perubahan yang terjadi pada saat daerah tersebut di bawah kepemimpinan dari TGB.

Aa Gym juga mengatakan bahwa ia juga sudah pernah diundang TGB ke Lombok dan banyak sekali perubahan serta banyak kebaikan dan keberkahan. Kalau panjang umur hingga September 2018 makan TGB akan menjadi Gubernur. Hal tersebut yang dipikirkan oleh Aa Gym.

Aa Gym juga tidak sungkan untuk memuji mengenai sosok dari TGB yang menganggap bahwa ia merupakan seorang yang berprestasi dalam bidang politik. Dari situlah kemudia ia juga terlihat kembali bahwa menunjukkan berbagai sinyal dukungannya terhadap politikus dari Partai Demokrat tersebut.

Aa Gym juga mengatakan bahwa jika jadi seorang pemimpin itu hanya sebentar tapi hisabnya sangat lama. Namun kenapa banyak para pemimpin saat ini yang tidak takut dihisab oleh ustadz ? Ini sengaja menjadi sebuah pertanyaan yang cukup berat untuk tes di tahun 2019 mendatang. Ia juga menyebut bahwa hanya tahun 2019 saja.

Jokowi merupakan salah satu jenis seorang pemimpin yang pekerja keras. Oleh karena itu, TGB juga menganggap bahwa Jokowi tersebut layak untuk maju menjadi capres dalam Pilpres 2019 mendatang.

TGB mengungkapkan bahwa suatu reformasi yang tidak cukup dilakukan hanya lima tahun, pada saat periodisasi yang maksimal hingga 10 tahun tersebut. Ia rasa juga masih sangat fair bahwa akan diberi sebuah kesempatan Beliau untuk dapat meju melanjutkan pencapresannya.

Menurutnya bahwa Jokowi kalah telak di NTB ketika Pilpres 2014 silam, serta NTB merupakan salah satu daerah yang mendapatkan perhatian yang besar dari Jokowi.

Salah satunya yaitu diresmikannya sebuah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombik yang saat ini digadang sebagai salah satu The Next Nusa Dua.

TGB sendiri mengaku bahwa menjadi seorang Tim Pemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang karena diminta oleh salah satu orang yang dia hormati. Oleh sebab itu, ia tidak dapat menolak permintaannya tersebut.

Menurutnya bahwa Jokowi merupakan sosok yang objektif serta dianggap bahwa seluruh Indonesia memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pembangunan.

Ia juga berusaha untuk melihat berbagai potensi dari segala sudut di beberpa daerah di Indonesia untuk dapat difasilitasi oleh Jokowi.

Tidak hanya dari berbagai lembaga survei saja, namun dukungan tersebut juga muncul dari berbagai ormas Islam. Para polikus dari Partai Demokrat tersebut juga dianggap untuk menjadi capres atau cawapres yang alternatif di tengah munculnya poros dari Jokowi serta Prabowo.

Mengenai dukungan tersebut, TGB juga menilai bahwa sebagai salah satu bentuk apresiasi dari para masyarakat terhadapnya. Namun, untuk dapat maju menjadi capres atau cawapres juga terdapat faktor dukungan dari para masyarakat saja tidak akan cukup. Tentu harus ada konsolidasi dari tingkat yang elit partai politik tersebut.

Menurutnya bahwa penentuan sosok dari capres ataupun cawapres yang pasti harus mempunyai perhitungan yang sangat matang. Setiap pimpinan dari Parpol tentu menginginkan bahwa capres serta cawapresnya yang akan dipilih adalah sosok yang ingin bekerja untuk Indonesia agar lebih baik lagi.

Ia juga mengatakan bahwa pencapresan tersebut bukan untuk main-main, hal tersebut berkaitan hingga 250 juta yang lebih nasih dari anak bangsa, pada saat pembangunan harus terdapat kontinyutas. Selain itu juga terdapat sebuah aspirasi yang cukup baik.

Mengenai apakan sudah ada berbagai komunikasi oleh berbagai para pemimpin Partai Politik mengenai Pilpres, TGB tersebut juga mengaku bahwa sejauh ini akan terus bersilaturahmi dengan berbagai toko manampun.

Ferdinand Hutahaean juga mengapresiasi jika TGB tersebut telah menetapkan dukungannya terhadap Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Dia juga menuturkan bahwa meskipun TGB menjabat sebagai seorang Anggota Majelis Tinggi Demokrat, apa yang telah disampaikan tersebut bukan merupakan suara dari partai yang berlambang bintang mercy tersebut.

PDIP sebagai salah satu partai utama yang mengusung Jokowi tersebut berharap bahwa dukungan TGB Zainul Majdi kepada Jokowi tulus serta tanpa embel-embel politik.

Mengenai munculnya TGB dalam berbagai bursa cawapres dengan berbagai jumlah tokoh lainnya. Hendrawan juga mengatakan berbagai penentuan cawapres tersebut tidak ditentukan oleh sebuah survei dan sepenuhnya juga pada Ketum Megawati Soekarnoputri.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here