Anies Lantik Wali Kota, PKB: Mudah-mudahan Tak Terkait Politik

0
186

Jakarta, namalonews.com- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kepada para Wali Kota dan juga Bupati yang baru saja dipilih oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bekerja dengan sebaik- baiknya. PKB berharap agar pemilihan wali kota dan bupati yang baru tidak terkait dengan politik.

“Semuanya dari tingkat kelurahan, kecamatan, mudah-mudahan ada perkembangan yang meyakinkan. Ada perkembangan yang baguslah. Mudah-mudahahan ada perkebangan, nggak terkait politik,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Hasbiyallah Ilyas kamis kemarin.

Hasbiyallah sendiri menanggapi rotasi pejabat yang ada di lingkungan Pemprov DKI adalah sebuah hal yang sangat biasa. Menurutnya, setiap kepala daerah pasti melakukan penyegaran.

“Rotasi biasa, kepala daerah yang mimpin dan kepala daerah baru pasti menaruh orang-orang yang baru,” paparnya.

Hasbiyallah berharap kinerja para wali kota dan bupati akan semakin baik. Dia juga berharap perubahan pejabat akan meningkatkan kinerja mulai dari tingkat kelurahan. “Harapannya wali kota lebih bagus dari sebelumnya, dari wali kota sampai kelurahan cepat,” sebutnya.

Di bawah ini adalah daftar nama Wali Kota, Bupati, dan juga Kepala Dinas DKI yang baru saja dilantik oleh Anies:

  1. Rustam Effendi dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Barat;
  2. M Anwar sebagai Wali Kota Jakarta Timur;
  3. Marullah Matali sebagai Wali Kota Jakarta Selatan;
  4. Bayu Meghantara sebagai Wali Kota Jakarta Pusat;
  5. Syamsudin Lologau sebagai Wali Kota Jakarta Utara;
  6. Husein Murad Bupati sebagai Kepulauan Seribu.

Pelantikan ahli jabatan itu, kata Anies, dilakukan untuk menjaga dan menumbuhkan semangat kerja yang baru. Selain itu, untuk menyegarkan struktur organisasi dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Rotasi bahkan juga pelelangan dilakukan dalam rangka ‘tour of duty’ (pergiliran tugas),” jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap setiap pegawai yang menduduki jabatan baru diharapkan untuk lebih bekerja keras dalam hal melayani masyarakat. Pasalnya, mereka dibayar untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik.

“Dan ini yang kemudian menjadi spirit kita, yang kemudian kita berharap promosi (dan) rotasi yang ada justru meningkatkan kemampuan kepemimpinan dari aparat pemprov dki jakarta,” pungkasnya.

Lalu, Anies juga melantik pejabat di lingkungan Pemprov lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Yusmada Faizal sebagai Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI;
  2. Edi Sumantri menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah atau BPKD;
  3. Tuty Kusumawati menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI;
  4. Dian Ekowati menjabat sebagai Direktur RSUD Tarakan;
  5. Dhany Sukma sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta;
  6. Irmansyah sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta;
  7. Michael Rolandi Cesnanta Brata Inspektur pada Inspektorat Pemprov DKI Jakarta;
  8. Faisal Syafruddin sebagai Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Pemprov DKI;
  9. Zainal Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi DKI;
  10. Togi Asman Sinaga menjadi Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan Provinsi DKI Jakarta;
  11. Gamal Sinurat menjadi Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Permukiman Provinsi DKI Jakarta;
  12. Yunaldi sebagai Kepala Unit Pengadaan Tanah Sumber Daya Air Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta;
  13. Syaefulloh Hidayat sebagai Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta;
  14. Bambang Sugiyono sebagai Widyaiswara Ahli Utama pada Badan Pengembangan SDM Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pelantikan wali kota, kepala dinas, dan bupati yang baru sudah melewati proses seleksi dari pansel. Posisi kepala dinas yang kosong saat ini sementara diisi Plt dan akan dilakukan perekrutan untuk jabatan kadis berikutnya.

“Tahap berikutnya kita akan memiliki posisi-posisi yang kosong yang akan diumumkan lebih jauh. Semuanya akan diumumkan lewat website BKD DKI dan perlu saya garisbawahi sebelum ada pengumuman resmi dari Sekda, maka belum ada kegiatan pansel apa pun,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 5 Juli 2018 lalu.

“Dalam artian rekrutmen, kemarin sempat beredar juga dokumen-dokumen, jadi kita tunggu sampai semuanya selesai dari Sekda. Kita percayakan pada panitia seleksi yang sudah dibentuk panselnya. Nanti sesudah lengkap saya umumkan,” lanjutnya.

Anies mengatakan ketua panitia seleksinya adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. Kemudian anggota pertama asisten pemerintahan adalah Artal Reswan dan anggota kedua Prof dr Eko Prasojo, mantan Wakil Menteri PAN-RB.

“Ketiga, Bapak Adnan Pandu Praja, mantan Wakil Ketua KPK, anggota empat Riani Rahmawati, Direktur Human Resource Universitas Indonesia. Anggota enam dari Ahmad Harjadi, Deputi Gubernur Tata Ruang dan Lingkungan Hidup 2009-2012 dan Profesor Doktor Zaki Baridwan, guru besar ekonomi UGM. Tujuh orang anggota pansel ini yang nanti akan bertugas di dalam proses seleksi di tahap berikutnya,” kata Anies.

Anies mengatakan pansel rotasi mutasi dibentuk pada 8 Juni melalui Keputusan Gubernur Nomor 1012 Tahun 2018.

Anies kemudian mencontohkan soal posisi Kadis Bina Marga yang saat masih kosong. Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faisal sudah naik jabatan menjadi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI.

“Jadi beberapa ini seperti kepala bina marga naik menjadi asisten pembangunan, saat ini ada Plt. Plt-nya adalah kepala bidang di Dinas Bina Marga. Posisi inilah yang nanti akan dibuka untuk melakukan promosi terbuka, selama proses yang terbuka mereka atau posisi ini dipegang Plt,” terang Anies.

Ada satu nama dalam pelantikan Walikota ini yang menjadi sorotan. Rustam Effendi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 5 Wali Kota dan Bupati Kepulauan Seribu. Anies mengatakan pergantian struktur pejabat merupakan bagian dari penyegaran organisasi.

Rustam dilantik jadi Wali Kota Jakbar. Dia pernah jadi Walkot Jakut, kemudian mundur karena bersitegang dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pada masa pemerintahan Ahok, Rustam dulu mundur dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara. Saat ditanya soal hal ini, Rustam baru bersedia bicara setelah nanti dirinya selesai dilantik.

“Nanti, setelah acara (pelantikan) baru bisa komentar. Nanti sajalah, nanti setelah pelantikan. Kan belum jadi wali kota,” ujar Rustam.

Saat masih menjabat Wali Kota Jakarta Utara, kinerja Rustam memang disorot Ahok. Ahok tidak puas terhadap kinerja Rustam yang dianggap lambat dalam menertibkan permukiman liar di kolong Jalan Tol Ancol.

Disamping itu, Rustam juga dituduh Ahok telah mendukung salah satu bakal calon Gubernur DKI, yaitu Yusril Ihza Mahendra, sampai- sampai Rustam mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa, DPRD DKI menyetujui usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal perombakan posisi wali kota. Rustam Effendi memang rencananya akan menggantikan Anas Effendi sebagai Wali Kota di Jakarta Barat.

“Rustam Efendi (Wali Kota Jakarta Utara era Basuki Tjahaja Purnama) di Jakarta Barat. Anwar sekarang Wakil Wali Kota Jakarta Timur. Asisten Deputi Gubernur Bidang Pariwisata DKI dipegang oleh Marullah Matali,” terang Gembong Wasono anggota Komisi A DPRD DKI.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here