Ini Kriteria Cawapres yang Dicari Prabowo

0
130

Jakarta, namalonews.com- Partai Gerindra hingga saat ini masih konsisten terhadap keputusannya dalam mengusung Prabowo Subianto untuk menjadi capres dalam Piplres 2019 mendatang. Mengenai siapakan yang akan menjadi cawapres dari Prabowo yang dapat mendampinginyya, hal tersebut masih mempunyai banyak spekulasi yang bermunculan.

Prabowo sendiri juga tidak ingin membeberkan siapa nama yang akan mendampinginya tersebut yang akan masihk dalam pertimbangannya. Hanya saja bahwa ia telah mengungkapkan berbagai persyaratan yang harus dimiliki oleh para figur yang akan menjadi pasangannya tersebut. Salah satunya ia harus mempunyai integritas yang tinggi.

Prabowo mengatakan bahwa ia merasa bertanggung jawab untuk menjadi seorang pimpinan partai politik. Ia bertanggung jawab terhadap para rakyat. Siapapun yang akan dicari sebagai pendampingnya harus merupakan putra putri yang terbaik untuk rakyar serta bangsa ini. Ia juga harus mempunyai integritas yang tinggi.

Menurutnya, bahwa para rakyat mendampakan seorang pemimpin yang tidak korupsi dan mempunyai sebuah kapasitas. Negara ini dapat berhasik apabila dipimpin oleh seorang yang mempunyai kapasitas serta intergritas yang tinggi.

Ia juga menjelaskan bahwa ia mempelajari dari berbagai sejarah negara-negara yang telah berhasil bahwa pemerintahan negara yang telah berhasil tersebut mempunyai sebuah kapasitas, integritas dan kapabilitas. Jika kalau kapabilitas dan integritas tersebut tinggi, maka negaranya akan berhasil dan maju.

Prabowo menyambungkan jika kapabilitasnya tersebut rendah apalagi integritasnya tersebut juga rendah, maka negara tersebut gagal untuk maju dan hal tersebut yang harus di wanti-wanti jangan sampai bangsa ini mengarah ke negara yang gagal.

Kehadiran dari wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Sandiaga Uno tersebut ke kediaman Prabowo disampaikan oleh Prabowo sendiri bahwa tidak ada kaitannya dengan pembahasan mengenai cawapres yang akan mendampinginya. Apalagi membahas mengenai kemungkinan bahwa Anies Baswedan tersebut akan menjadi pendampingnya.

Prabowo mengatakan bahwa Sandi tersebut merupakan Wakil Dewan Pembina dari Partai Gerindra. Ia memberi tugas sebagai seorang Ketua Tim Persiapan Pemilu pada Pilpres 2019 mendatang. Jadi ia hanya melaksanakan tugasnya saja.

Mengenai pertimbangan sebuah koalisi dengan PKS, Prabowo mengatakan jika pembicaraan yang terus diintensifkan tersebut bersama dengan PAN.

Prabowo menegaskan jika sebuah komunikasinya dengan PAN serta PKS tersebut sebenarnya sangat baik. Ia juga terus menggodok serta membahas mengenai langkah untuk ke depan. Kamu juga menginginkan suatu pilihan yang terbaik bagi para rakyatnya. Ia juga mengira bahwa demokrasi tersebut dikehendaki oleh rakyarnya. Kami juga harus berkerja dengan keras untuk dapat memberi sebuah pilihan terbaik bagi para rakyat. Hal tersebut merupakan sebuah tekadnya.

Prabowo juga mengatakan bahwa ia sedang melakukan penjajakan dan komunikasi terhadap berbagai partai politik untuk menjalin sebuah koalisi pada Pilpres 2019 mendatang yang saat ini masih dilakukan.

Menurutnya bahwa penjajakan tersebut dilakukan untuk mencari yang terbaik pada pesta demokrasi yang akan datang.

Prabowo mengatakan bahwa proses demokrasi tersebut berjalan dengan baik. Sebuah komuninasi dengan berbagai pihak untuk mencari yang terbaik dalam Pilpres mendatang. Demokrasi yang dilakukan oleh rakyat membutuhkan sebuah keputusan yang baik. Jadi ia jalankan yang terbaik. Yang terbaik bagi rakyat tersebut yang akan ia lakukan.

Salah satunya menurut Prabowo, penjajakan berbagai komunikasi untuk dapat memilih calon pendampingnya tersebut.

Ia juga mengatakan jika hingga saat ini masih mengkaji berbagai masukan dari sejumlah tokoh untuk memilih siapa cawapresnya yang cocok untuk mendapingi Prabowo.

Namun, pada saat ditanya menengenai cawapres yang sedang digodok oleh Partai Gerindra tersebut, Prabowo berseloroh bahwa jumlahnya hingga 1000 an.

Prabowo juga tidak menjawab soal pertanyaan mengenai sayarat atau latar belakang calon yang akan dipilih untuk mendampinginya tersebut.

Prabowo malah menyinggung para wartawan tersebut yang selalu memancing pertanyaannya tersebut.

Prabowo menyatakan bahwa dirinya siap untuk menjadi capres pada Pilpres 2019 mendatang. Hal tersebut juga telah disampaikan pada pidato pembukaan Rakornas dari Gerindra.

Fadil Zon yang juga hadir dalam acara tersebut ditanya oleh awak media mengenaik cawapres dari Prabowo sendiri.

Menurutnya, bahwa calon pendamping tersebut dicari harus mempunyai elektabilitas yang tinggi.

Ia mengatakan tentu bahwa sosok yang mempunyai elektabilitas tinggi tersebut yang akan diangkat. Selain itu juga yang komplementer dan mempunyai kapasitas, aksetabilitas dan kapabilitas dari berbagai partai pendukungnya. Selain itu juga dari para masyarakat serta komponan masyarakat yang mempunyai satu misi sama.

Selain itu, Fadli Zon juga belum dapat menyebutkan siapa target, berapa partai atau partai apa yang dapat diajak untuk berkoalisi.

Karena menurutnya bahwa masih mempunyai banyak waktu untuk dapat menjalankan berbagai komunikasi dengan parpol lainnya.

Ia mengatakan bahwa tidak ada target bulan, dapat bisa lebih cepat sebelum agustus. Dapat juga bulan Mei, tergantung mengenai pembicaraannya. Ia mengira bahwa akan ada banyak waktu untuk dapat bersilaturahmi dan komunikasi.

Publik selalu bertanya-tanya mengenai figur yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.

Ahmad Muzani mengatakan jika syarat yang utama untuk dapat beradu dengan Jokowi yaitu seorang figur yang dapat membantu Prabowo dalam menaikkan elektabilitasnya.

Muzani mengatakan bahwa kriteria calonnya tersebut merupakan seorang figur yang dapat memenangkan Pilpres serta yang dapat bekerja sama dengan Prabowo.

Namun demikian, pada saat disinggung mengenai apakah cawapres Prabowo tersebut dari kalangan santri. Ia tidak mempermasalahkan karena yang terpenting dia merupakan seorang yang nasionalis tinggi.

Sedangkan untuk wacana mengenai pembentukan poros baru yang digagas oleh Partai Demokrat. Muzani juga mengakui bahwa dirinya tidak mempedulikannya. Hal tersebut karena terpenting Partai Gerindra dapat tetap fokus untuk mendukung Prabowo.

Ia mengatakan bahwa sekali lagi banyak berbagai poros, ia akan tetap menghargai. Mereka hanya peduli dengan Prabowo untuk dapat maju menjadi capres 2019 mendatang.

Sedangkan untuk sosok pendamping Prabowo sendiri, Anggota Komisi III DPR tersebut mengatakan jika pihaknya belum memikirkan mengenai sosok dari cawapres Prabowo.

Bahkan ia juga mengungkapkan, nama dari mantan Panglima TNI yaitu Gatot Nurmantyo serta Anies Baswedan yang belum dapat dibicarakan secara internal untuk dapat mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang.

Nizar Zahro mengatakan jika partainya tersebut masih solid dalam mendukung Prabowo untuk menjadi capres 2019 mendatang. Isu PKS yang memilih Anies Baswedan untuk menjadi capres tersebut hanya sebuah wacana.

Menurut Nizar bahwa Partai Gerindra tersebut akan tetap menghormati jika terdapat petinggi PKS tersebut yang berencana untuk mengusung Anies Baswedan. Namun ia juga mengingatkan bahwa saat ini parpol atau gabungan dari partai hendak untuk mengusung capres harus memenuhi berbagai syarat ambang batas pencapresan tersebut hingga 20 persen.

Presiden PKS mengatakan jika beberapa kadernya tersebut mengusulkan untuk mengusung Anies Baswedan menjadi capres untuk melawan Jokowi. Anies muncul dengan capres karena ia pernah didorong menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta. Usaha tersebut menurutnya sangat luar biasa.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here