Langkah Melahirkan Petani Sukses

0
221

Jakarta, namalonews.com- Sektor pertanian menjadi perhatian pemerintah saat ini karena mulai ditinggalkan oleh sebagian generasi muda. Mengatasi gejala adanya pergeseran dan potensi meninggalkan sektor pertanian tersebut, Kementerian Pertanian terus berjuang melakukan regenerasi petani.

Regenerasi petani diwujudnyatakan dalam program penumbuhan wirausahawan Muda Pertanian.

Andriko Noto Susano-Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusi untuk sektor Pertanian menyebut program tersebut bertujuan untuk melahirkan minat dan menghidupkan keterampilan serta jiwa kewirausahaan generasi muda di sektor pertanian.

“Regenerasi petani akan dilakukan dengan memusatkan perhatian yang serius agar semua program dan perwujudnyataannya betul-betul menghadirkan dan melahirkan para petani mudah handal sekaligus menjadi wirausahawan milenial yang kompeten,” ujar Susano saat ditemui di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang pada Kamis (12/7/2018).

Ia menyebut program tersebut akan mengarahkan dan membimbing generasi muda, serta adanya kegiatan pendampingan dan pemagangan kepada mahasiswa sekolah tinggi pertanian, siswa SMK Pertanian, alumni perguruan tinggi pertanian dan generasi muda lainnya.

Untuk mendukung niat baik tersebut, pemerintah akan menyediakan dan memberikan modal usaha. Ia menyebut total modal usahanya adalah Rp 12 hingga 35 juta per kelompok.

Selain itu, ia menyebut 10 politeknik pembangunan pertanian atau polbangtan juga sudah disediakan oleh Kementan. Di perguruan tinggi ini, para calon petani akan mendapat berbagai macam pilihan teori dan lebih banyak praktik atau berhadapan langsung dengan kenyataan di lapangan.

Polbangtan merupakan suatu bentuk transformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian yang sudah ada. Namun, Polbangtan akan tersedia lebih banyak program studi dan jenjang pendidikan hingga pascasarjana.

Ia menambahkan para mahasiswa dan calon petani ditempa di tempat tersebug agar bermental menjadi petani sukses di Indonesia. Tinggal di Asrama, mereka akan digodok memiliki jiwa bertanggung jawab dan kerja keras sehingga diharapkan akan menjadi lulusan terbaik yang mampu menjadi petani sukses.

Untuk diketahui, semakin banyaknya petani sukses maka akan turut mengubah pola pikir masyarakat tentang profesi petani. Perusahaan perkebunan, lanjutnya berminat menggunakan lulusan dari Polbangtan. Mereka juga berencana akan mengalokasikan dana untuk pengembangan dan peningkatan Polbangtan. Pun demikian akan terjadi dengan swasta.

“Ini akan kita jajaki kalau memang bisa untuk pembangunan infrastruktur sarana pelatihan dan sebagainya,”tutupnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here