Puan Maharani Tunggu PDIP Memintanya Jadi Cawapres Jokowi

0
281

Jakarta, namalonews.com- Puan Maharani Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau PMK disebut dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sebagai salah satu calon wakil presiden.

Nama Puan Maharani memang tengah santer dibicarakan akan maju mendampingi petahana Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan, Puan Maharani juga sudah mendapatkan dukungan dari Wapres Jusuf Kalla.

Menanggapi hal tersebut, Puan mengaku bahwa sudah lama sejumlah nama cawapres disebutkan dalam survei. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada calon presiden yang telah ditetapkan.

Saat ditemui di Jakarta pada Kamis 5 Juli 2018 kemarin puan menyampaikan bahwa semuanya juga bikin survei calon cawapres. Yang belum ada itu calon presidennya, masih belum jelas yang mana. Kalau cawapres juga sudah lama menyampaikan nama-nama.

Puan juga masih menunggu keputusan dari partainya soal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo atau Jokowi. “Belum ada permintaannya, lagi nunggu,” ungkap Puan.

Lalu, apakah PDIP juga akan mencalonkan Puan sebagai pendamping Jokowi? “Lagi nunggu dulu, belum ada permintaan,” tukasnya.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi mengaku mendengar kabar bahwa sejumlah menteri di Kabinet Kerja Jokowi berencana mengundurkan diri karena ingin menjadi calon anggota legislatif (caleg) di Pemilu 2019.

Puan pun mengaku masih berpikir apakah akan maju di Pemilihan Legislatif 2019. “Nyaleg, saya masih pikir dulu,” ujar Puan.

Diketahui, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan, belum ada menteri yang mengajukan permohonan pengunduran diri. Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan, dia juga belum mendengar kabar kemungkinan menteri mengundurkan diri.

“Kalau mau resign (mundur), kan, harus melalui saya. Sampai saat ini saya belum dapat info,” ujar dia.

Meski begitu, Pratikno menekankan, bagi menteri kabinet Jokowi yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tidak perlu mengundurkan diri. Cukup mengajukan cuti selama masa kampanye.

Pratikno merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD. “Dari sisi regulasi enggak ada mundur, toh? Cuti saja,” kata Pratikno.

Kabar ada sejumlah menteri di Kabinet Kerja berencana mengundurkan diri karena ingin menjadi calon anggota legislatif disampaikan Sofyan Wanandi di Kantor Wakil Presiden, Rabu 4 Juni 2018.

“Ada yang mau jadi DPR, ada yang mau jadi apa, ada aja. Yang merasa mungkin tidak akan terpilih lagi, jadi dia mau maju. Ya mungkin aja ada, saya dengar-dengar, tapi belum ada bukti,” ujar Sofyan.

Mantan Wakil Presiden Direktur PT Dharma Kencana ini memastikan, pemerintah segera mencari pejabat pengganti menteri jika kabar tersebut benar. Sehingga tidak ada kekosongan jabatan di Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Dilain pihak Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. Dia juga siap mendukung Puan Maharani jika mau maju sebagai cawapres. Ini tanggapan Puan atas dukungan tersebut.

“Kita lihat sajalah,” kata Puan, di sela menghadiri acara Hari Lanjut Usia Nasional ke-22 selaku Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Lapangan Paskhas TNI AU Sleman, Kamis kemarin.

Puan meminta publik untuk bersabar menunggu siapa nama-nama yang akan maju dalam Pilpres mendatang. Nama-nama tersebut akan diketahui ketika pendaftaran capres-cawapres pada Agustus 2018.

“Sebentar lagi kan mau pendaftaran. Ya sudah tunggu waktu pendaftaran, siapa yang didaftarkan. Itu aja,” jelas Puan.

Menyinggung pernyataan Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, yang menyebut dukungan dari JK menunjukkan bahwa Puan sudah dimaui publik, Puan hanya tersenyum.

Sebelumnya, JK setelah menjadi pembicara dalam seminar Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI di Hotel Bidakarya, Jakarta Selatan, menyatakan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. JK menyatakan juga siap mendukung Puan yang saat itu hadir di kesempatan yang sama, jika Puan ingin maju.

“Kalau Ibu Puan mau, kita dukung juga,” ujar JK. Dukungan JK itu direspon oleh Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari.

PDIP sudah menunjukkan sikap yang fokus ke what is the best for nation. Jokowi dicapreskan meski bukan ketum. Kehendak pasar/rakyat direspons. Demikian juga dengan Puan Maharani yang menurut Pak JK ini adalah isyarat bahwa Puan Maharani diminati pasar.

“Apalagi Pak JK kan posisinya ‘legal n legitimate’ untuk menyuarakan pasar. Pertimbangan dari Pak JK pasti sudah komprehensif dari banyak prospektif dan aspek sebab beliau seorang ekonom,” imbuhnya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira juga menyebutkan bahwa sosok cawapres Jokowi itu akan dibahas bersama oleh seluruh parpol pendukungnya. Sekarang ini, cawapres Jokowi untuk 2019 masih terus digodok.

“Soal cawapres, nanti Pak Jokowi bersama dengan Ibu Mega dan para ketum partai pengusung membicarakan berdasarkan berbagai aspek pertimbangan, baru kemudian diputuskan,” kata Andreas.

Hendrawan Supratikno selaku Ketua DPP PDIP juga belum dapat memastikan apakah Puan yang merupakan putri dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan ikut maju jadi cawapres Jokowi nanti. Karena, nama-nama cawapres Jokowi di tangan Megawati.

“Bagi nama-nama yang terdapat pada daftar pendek dan daftar priorotas, ada di tangan dan wilayah ketum,” ucap Hendrawan.

Ditanya mengenai dukungan dari publik, Puan pun hanya melemparkan senyum dan jawaban kepada Menteri Sosial, Idrus Marham. “Tanya pak Mensos saja,” celetuk Puan.
Idrus pun kemudian menjawab respon publik bisa dilihat dari banyaknya warga yang meminta foto bersama Puan saat peringatan hari Peringatan Lansia di Paskhas AU, Sleman, Yogyakarta.

Sementara itu, Idrus Marham yang menjabat sebagai Menteri Sosial sekaligus mantan Sekjen DPP Partai Golkar mengatakan ketika Ibu Menko berkeliling, banyak orang yang meminta foto. Sehingga, menurut Idrus, sinyal itu telah ada.

“Tadi lihatkan banyak yang ngajak foto Bu Puan. Kalau enggak ada yang ngajak foto ya berarti enggak populer,” jawab Idrus sambil tertawa.

Dukungan untuk Jokowi 2 periode memang banyak sekali. seperti dukungan yang datang dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTT) Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul kepada Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019. PDIP sangat bersyukur sekali akan hal ini.

“Alhamdulillah, kemudian ada aspirasi yang menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan pemerintah oleh Pak Jokowi memang diperlukan 2 kali 2 periode untuk menyelesaikan hal-hal yang jadi prioritas pemerintahan Pak Jokowi,” kata Politikus PDIP Puan Maharani usai menghadiri haul Taufiq Kiemas yang ke-5 di Gedung Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Jakarta.

Tidak hanya Puan yang mengapresiasi dukungan yang diberikan TGB. Politikus PDIP Tjahjo Kumolo juga menilai dukungan yang diberikan TGB kepada Jokowi tidak bermuatan politis.

“Kalau itu bukan masalah politik. Gubernur NTB ya beliau orang jujur, orang apa adanya. Sehingga ngomong tidak ada tendensi politis apa-apa” kata Tjahjo.

Sementara itu, Wasekjen Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya menghormati sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi yang telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here