Siapa pun Capresnya, SBY: Pokoknya AHY Harus Cawapres

0
56

Jakarta, namalonews.com- Sampai saat ini, Partai Demokrat sama sekali belum melabuhkan dukungan ke poros tertentu. Menjelang Pilpres 2019, dua kutub bisa dikatakan telah terbentuk. PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura mengusung dan memberikan tiket pilpres kepada Jokowi. Prabowo Subianto didorong maju oleh partainya, Gerindra, sebagai calon presiden, tapi belum punya tiket meskipun PKS, selaku sekutu, mengaku sudah 90 persen bersama Gerindra mengusung Prabowo. Bagaimana dengan Demokrat?

“Yang jelas, Partai Demokrat menginginkan agar AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai the rising star sekarang ini, itu akan kita calonkan sebagai capres atau cawapres,” kata Waketum PD, Syarief Hasan kepada wartawan, berapa waktu yang lalu.

AHY, cagub gagal di Pilgub DKI 2017, saat ini merupakan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat. AHY memang didorong sepenuhnya oleh kader partai berlambang mirip logo Mercy itu tampil di surat suara Pilpres 2019.

Hingga kini  Partai Demokrat masih menegaskan sikapnya yang ingin mengusung AHY di Pilpres 2019. Apa pun koalisinya, Demokrat mematok syarat AHY harus di posisi capres atau cawapres.

“Menjadi keputusan dari Demokrat bahwa apa pun koalisinya, harus AHY sebagai capres atau cawapres,” ujar Waketum PD Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Namun, sekap Partai Demokrat perlahan-lahan mulai terbuka. PD siap berkoalisi dengan  Jokowi maupun Prabowo.

Untuk bisa bergabung dengan salah satu poros itu, SBY hanya mengajukan satu syarat saja yang harus dipenuhi. Yakni menjadikan anak sulungnya, AHY sebagai cawapres.  Artinya, siapa pun  capresnya, AHY harus menjadi cawapres.

SBY mengklaim saat ini Partai Demokrat memiliki kader unggulan yang elektabilitasnya tidak bisa diragukan lagi di pentas Pilpres 2019. Karena itu, dia berharap kader tersebut bisa menjadi cawapres.

“Demokrat berharap kader terbaiknya bisa menjadi cawapres,” ujar SBY dalam keterangan resmi berupa video yang didapat JawaPos.com, Kamis (12/7/2018).

Dalam keterangan itu, SBY tidak merinci siapa kader yang dimaksud. Namun, kuat dugaan bahwa yang dimaksud SBY sebagai kader itu adalah putra sulungnya, AHY.

Dalam pandangan SBY, Partai Demokrat tidaklah harus berkoalisi dengan Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Akan tetapi, menurut SBY, kedua capres itu bisa saja didukung asalkan bisa mengakomodasi cawapres dari Partai Demokrat.

“Kader Demokrat di seluruh Indonesia punya harapan cawapresnya berasal dari kader Demokrat,” katanya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here