OK OTrip Kembali Diperpanjang Lagi

0
96

Jakarta, namalonews.com- OK Otrip kembali diperpanjang lagi. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan persepsi antara PT Transjakarta dan operator angkutan umum. Kedua pihak ini belum menyepakati besaran tarif rupiah per kilometer dan jarak tempuh angkot per hari.

Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah provinsi DKI Jakarta meminta dinas perhubungan dan transportasi untuk menjembatani kedua pihak tersebut.

Padahal, uji coba One Karcis One Trip (OK OTrip) sebelumnya pernah mengalami perpanjangan. Uji coba pertama diberlakukan pada 15 Januari hingga 15 April 2018. Namun, upaya ini dinilai belum berhasil sehingga dilakukan perpanjangan hingga 15 Juli. Sekarang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memastikan akan sampai kapan perpanjangan selanjut akan berlangsung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ketidakberhasilan uji coba OK OTrip dikarenakan adanya kendala, khususnya perbedaan persepsi antara PT Transjakarta dan operator angkutan umum. Sandiaga pun meminta dinas perhubungan dan transportasi segera tangani masalah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dishubtrans Andri Yansyah enggan memberikan komentar terkait masalah tarif dan jarak tempuh program OK OTrip.

Di lain pihak, kepala humas PT Transjakarta Wibowo menilai pada dasarnya OK OTrip merupakan program pemerintah provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, penetapan tarif menjadi wewenang Dishubtrans.

Namun dalam suratnya, Dishubtrans telah memberikan usulan tarif OK OTrip. Tentu, lanjut Wibobo, PT Transjakarta menginginkan program pemerintah tersebut berjalan lancar dan berkoordinasi dengan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah sebagai institusi yang memiliki wewenang.

Di tengah polemik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap menetapkan standar yang tinggi. Ia ingin jumlah penumpang OK OTrip mencapai 1 juta orang pada akhir 2018. Ia memerintah sejumlah operator untuk terus ditingkatkan.

Anies menambahkan jumlah armada angkutan umum yang bergabung dengan program OK OTrip harus mencapai 2.609 unit. Ada 11 operator dan 30 trayek yang menjadi target dalam program ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menyebut jumlah armada sekarang yang sudah bergabung dengan program OK OTrip mencapai 123 unit. Ia menyebut jumlah tersebut akan segera ditambahkan menjadi 275 unit.

Sementara, jumlah penumpang OK OTrip rata-rata mencapai 17 ribu orang per hari. Data terbaru 12 Juli tercatat 18 ribu penumpang. Ini berarti per armada rata-rata mengangkut 150 penumpang per hari.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here