55 Tahun Menanti, Akhirnya Prancis Kembali Juarai Piala Dunia

0
147

Jakarta, namalonews.com- Berhasil menjuarai Piala Dunia 2018, Skuat muda Prancis disebut berada di puncak dunia. Demikian disampaikan pelatih Prancis Didier Deschamps usai memenangi piala dunia 2018 di Rusia.

Dalam pertandingan final piala dunia 2018 di Luzhniki Stadium pada Minggu (15/7/2018), Prancis berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor akhir 4-2.

Keempat gol Prancis dilesakkan lewat gol bunuh diri Mario Mandzukic, gol penalti Antoine Griezmann, sepakan keran Kylian Mbappe, dan tendangan jarak jauh Pogba menjadi penentu kemenangan Les Bleus.

Di kubu Kroasia, Ivan Perisic dan Mandzukic sempat mengejar ketertinggalan dan memperkecil kedudukan.

Prancis disebutkan memang sudah menjadi unggulan sejak awal turnamen Piala Dunia 2018. Timnas Prancis tersebut merupakan yang paling mahal di antara peserta lainnya. Hal ini disebabkan oleh kehadiran begitu banyak megabintang. Sebuah studi, CIES Football Observatory, merilis data bahwa taksiran nilai skuat Prancis ada di nominal 1,4 miliar euro.

Dengan skuat yang wah tersebut, Prancis diakui pelatihnya Deschamps tidak menampilkan dan menunjukkan permainan yang cantik di laga final. Tim dengan rata-rata usia 26,03 tahun itu tampil lebih efisien, juga lebih piawai dalam memanfaatkan peluang.

“Sungguh luar biasa. Ini tim muda, yang di puncak dunia. Beberapa di antaranya menjadi juara di usia 19 tahun,” kata Deschamps di BBC.

Ia melanjutkan “kami tidak memainkan laga besar, tapi menunjukkan kualitas mental. Dan kami bisa mencetak empat gol. Mereka layak menang. Grup ini sudah bekerja sangat keras dan kami melewati beberapa momen berat dalam perjalanannya hingga keluar sebagai pemenang. Sangat menyakitkan menelan kekalahan di Piala Eropa dua tahun lalu, tapi itu jgua membuat kami belajar lebih kencang lagi,” tambahnya.

Deschamps telah menyamai rekor Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer dengan membawa Prancis menjadi juara. Dia menggapai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Deschamps pun menegaskan dirinya tidak mengejar rekor pribadi.

“Kemenangan ini bukan mengenai saya, yang memenangi pertandingan adalah para pemain. Selama 55 tahun, kami sudah melakukan banyak pekerjaan. Ini adalah penobatan tertinggi. Kami bangga menjadi orang Prancis, menjadi Blues. Kemenangan dalam laga ini berhubungan dengan mereka. Vive le Republic,” tutup Deschamps.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here