Mengenal Wu Alfred Hardy, Mutiara dari Kalimantan Timur

0
736

Jakarta, namalonews.com- Alfred adalah panggilan untuk menyapanya, lahir di kota minyak, Balikpapan pada 2 September 2003 dari ayah Wu Kundarto dan Ibu Alice Priscilla, ia tumbuh menjadi seorang mutiara Kalimantan Timur, siapa yang tidak mengenalnya peraih medali perunggu diajang bergensi siswa Nasional yaitu OSN SMP Nasional 2018 pada bidang matematika. Tak hanya itu sebelumnya Alfred juga telah menorehkan namanya di ajang Internasional sebagai peraih medali emas di Hong Kong Internasional Mathematical Olympiad (HKIMO) 2018 yang diselenggarakan 12 mei 2018 lalu di seluruh rayon di Indonesia sedangkan babak finalnya diadakan di Fresh Fish Traders’ School, Hong Kong.

1-7 juli 2018 adalah hari-hari perjuangan bagi seorang Wu Alfred Hardy bersama 395 anak hebat lainnya dari seluruh penjuru Indonesia di ajang OSN SMP Nasional 2018 yang pada tahun ini Kota Padang, Sumatera Barat berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan setelah sebelumnya juga telah menjadi tuan rumah 4 tahun yang lalu.

Menimba ilmu saat ini di SMPN 1 Balikpapan, ia berhasil menjadi peserta OSN SMP Nasional sebagai peserta Passing Grade bukan sebatas perwakilan Provinsi saja, wajar medali perunggu ada digenggamannya meskipun yang menjadi targetnya adalah perak.

“Pesaing terberat tidak ada, hanya masalah perhitungan waktu dan ketelitian menjawab soal, dahulukan soal yang gampang agar tidak terbebani saat mengerjakan soal-soal yang ada” pungkasnya saat ditanya mengenai siapa yang menjadi pesaing terberatnya 13 juli 2018 lalu.

OSN sendiri diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana pesertanya adalah anak-anak luar biasa dari seluruh penjuru Negri yang berhasil menjadi yang terbaik di Provinsinya masing-masing. Untuk tingkat SMP sendiri ada 3 bidang yang diperlombakan yaitu IPA, IPS, dan Matematika. Sedangkan untuk jurinya adalah dosen-dosen dari Perguruan Tinggi ternama yang ada di Indonesia. Untuk pelaksanaan ujian SMPN 8 Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP) berkesempatan menjadi tempat lokasi ujian, SMPN 8 sebagai lokasi ujian bidang Matematika dan IPS, sedangkan UNP sebagai pelaksanaan lomba bidang IPA.

Bagi orang-orang yang baru mengenal dan melihat Alfred, mungkin akan mengira dia adalah anak biasa seperti pada umumnya, dia memang biasa. Biasa makan, minum, tidur, main game, sekolah, bikin PR dan lain-lainnya seperti anak-anak  kebanyakan seumurnya. Namun pandangan itu hanya sebatas bagi orang-orang yang mengenalnya secara biasa bukan dari kacamata yang istimewa. Berikut Kata orang-orang luar biasa memandang Alfred yang terlibat di OSN SMP Nasional 2018.

Kata mereka tentang Alfred

“Dia adalah anak yang istimewa dimata saya, anak yang tak bisa diam dan suka bertanya, meski harus dengan tenaga extra untuk menjaganya karna anaknya memang super aktif. Ada satu cerita menarik dari Alfred bagi saya saat pengumuman pemenang, dia megang buku berwarna biru yang didapat saat OSN, karna namanya terpanggil akhirnya dia kehilangan bukunya, dia pinjam buku temannya yang dari Banjarmasin untuk dibaca, malam setelah pengumuman dia ingin mengembalikan buku itu, tapi ia nggak ketemu orangnya, dia ngotot balikin buku malam itu juga meski sebenarnya dia harus registrasi, begitu prinsip dia, banyak hal istimewa yang saya dapatkan dari dia” sedemikian barangkali tentang Alfred di mata Sri Widya Arti selaku pendamping siswa OSN dari Provinsi Kalimantan Timur. “Mutiara dari Borneo itu” ujarnya menutup pembicaraan sore 11 juli 2018.

“Disekolah Alfred anak yang baik, dan komunikasi sama dia harus pelan-pelan, karna dia anak yang berbeda dari orang kebanyakan, kalau ngerekam pelajaran itu kuat. Dia itu orang yang kalau penasaran sama sesuatu ya dicari atau diliat terus sampai selesai dan puas. Dia juga bisa curhat, kalau curhat itu dia ngomongnya pelan-pelan pokoknya enaklah kak temenan sama dia. Keluarga adalah sosok orang yang mendorong dia untuk berprestasi hingga bisa seperti ini. Saya berharap agar Alfred sehat selalu, kalau komunikasi sama dia bisa lancar dan semoga prestasinya juga bertambah, kan kalau  ketemu banyak orang dia makin bisa bersosialisasi lebih baik lagi.” Begitulah sosok Alfred dimata Go Dillon Audris, salah seorang peserta OSN juga dibidang IPS dan Dillon juga termasuk peserta passing grade dari Kalimantan Timur. Sudah  sejak SD ia bersama Alfred, hingga begitu istimewanya Alfred dimata Dillon.

“Alfred memiliki kepribadian yang unik, dia seseorang yang mampu mengingat sesuatu dengan baik sampai hal yang mendetail. Buktinya pas berkas dia ketinggalan dia tahu persis dimana letak berkasnya. Dia juga pribadi yang serba ingin tahu, kritis terhadap segala peristiwa. Harapannya untuk Alfred agar terus berprestasi dan tetap jadi diri sendiri. Terakhir dia harus bisa menjawab keraguan dari banyak orang hingga nanti menjadi seseorang yang terus menginspirasi.” Begitulah kesan yang ditorehkan oleh Alfred kepada salah seorang LO OSN, Sandi Fransisco mahasiswa Universitas Negeri Padang, meski hanya seminggu sempat berinteraksi dengan Alfred tapi dia dirindukan. Kalau kata Kang Ridwan Kamil “ cintanya hanya sekali, rindunya berjuta kali. Jika sudah rindu, menunggu seminggu serasa sewindu”

“Alfred adalah orang yang sangat hidup, karna seseorang dapat dikatan hidup saat ia mampu membuat orang lain merasa lebih hidup dengan  melihat kehidupannya, dan saya merasa lebih hidup saat melihat hidup seorang Wu Alfred Hardy” sedemikian barangkali tentang Alfred dimata penulis.

Penulis: Safa Salsabila (Peserta Lomba Menulis Namalo News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here