Angka Kemiskinan Indonesia Menurun Drastis

0
244

Jakarta, namalonews.com- Angka kemiskinan per Maret 2018 yang tercatat 9,82 persen menjadi yang terendah sepanjang sejarah. Demikian hasil rilisan Badan Pusat Statistik pada Selasa (17/7/2018).

Kepala BPS Suhariyanto menyebut angka kemiskinan per maret tersebut menjadi single digit.

Berdasarkan catatan BPS, sejak 2011 tingkat kemiskinan di Indonesia masih dalam persentase double digit yakni 12,49 persen. Setelah 7 tahun berjalan, tingkatnya berkurang menjadi 9,82 persen.

Selain itu, BPS juga mencatat jumlah orang miskin di Indonesia per Maret 2018 sudah berada di posisi single digit. Hal ini disebabkan terjadinya penurunan 0,30 persen dibandingkan pada September 2017.

Berdasarkan catatan BPS disebutkan jumlah orang miskin di Indonesia menurun sebesar 633 ribu menjadi 25,95 juta dari kondisi september 2017 yang sebesar 26,58 juta.

Namun, Suhariyanto mengingatkan angka kemiskinan antara kota dan desa sangat tinggi. Di desa tercatat 13,20 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kota yang mencapai 7,02 persen.

BPS juga menyebut beberapa alasan terjadinya penurunan angka kemiskinan tersebut. Di antaranya inflasi umum pada periode September 2017-Maret 2018 sebesar 1,92 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita/bulan untuk rumah tangga tumbuh 3,06 persen.

Selain itu, bansos dari pemerintah tumbuh 87,6 persen di kuartal pertama 2018. Dilanjutkan dengan adanya program beras rastra dan bantuan pangan nontunai yang tersalurkan sesuai jadwal.

BPS juga mencatat angka kemiskinan terbesar kalau dilihat dari Pulau adalah di wilayah Indonesia Timur yakni Maluku dan Papua.

Kepala BPS menyebut persentase kemiskinan di Pulau Jawa per Maret 2018 menurun menjadi 8,94 persen dari sebelumnya 9,38 persen. Begitu juga di Sumatera menjadi 10,39 persen dari 10,44 persen.

Selanjutnya, di Sulawesi pun menurun dari 10,93 persen menjadi 10,64 persen. Sedangkan Bali-Nusa Tenggara menjadi 14,02 persen dari 14,17 persen, dan terakhir di Kalimantan turun menjadi 6,09 persen dari sebelumnya 6,18 persen.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here