Bank Umum Domestik Terancam Dijatuhi Sanksi

0
196

Jakarta, namalonews.com- Diprediksi mencapai 20 persen dari keseluruhan bank umum domestik yang belum memenuhi kewajiban rasio minimal penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal, Bank Indonesia (BI) telah mewajibkan bank umum mengalokasikan kredit sektor UMKM sebesar 20 persen dari total portofolio pinjaman.

“Iya, memang masih ada kurang lebih seperlima atau 20 persen dari bank-bank lokal yang belum bisa memenuhi porsi kredit UMKM hingga Mei 2018,” demikian Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) BI Yunita Resmi Sari saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa (17/7/2018).

BI mencatat bank umum di Indonesia mencapai 115 bank. Berdasarkan data bank Indonesia dan otoritas jasa keuangan menyebut 10 dari 15 bank tersebut adalah kantor cabang bank asing (KCBA). Dengan demikian, total bank untuk domestik belum memenuhi minimal rasio kredit UMKM. Dengan kata lain, masih ada kurang lebih 21 bank umum domestik yang belum mencapai syarata dan ketentuan tersebut.

Yunita tidak menjelaskan secara detail entitas bank tersebut. Namun, ia menyebut bank tersebut berasal dari bank bermodal kurang dari Rp 5 triliun atau kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Sementara itu, bank sentral menjalankan aturan cukup ketat kepada perbankan demi menopang perkembangan UMKM di Indonesia. Salah satu aturan dari itu adalah bank harus dapat menyalurkan kredit UMKM sebesar minimal 20 persen dari total portofolio kreditnya di 2018 sesuai PBI No 17/12/PBI/2015.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan dari bank. Kurangnya kapasitas permodalan selama ini menjadi salah satu sumber hambatan pertumbuhan bisnis UMKM.

Namun, kewajiban minimal 20 persen penyaluran kredit UMKM itu mulai berlaku pada akhir 2018. Perbankan masih memiliki waktu untuk memenuhi syarat tersebut jika tidak ingin dijatuhi sanksi. Sebelumnya, sanksinya berupa pengurangan jasa giro. Disebutkan, sanksi tersebut akan diubah lagi nanti.

“Dipastikan tetap akan ada sanksi untuk mendorong bank. Bukan hanya imbauan atau usulan saja,” katanya.

Secara industri perbankan, penyaluran kredit UMKM telah mencapai 20,69 persen dari total kredit industri perbankan hingga Mei 2018. Sedangkan, rasi kredit bermasalah UMKM diprediksi masih di bawah 5 persen.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here