Pemerintah Izinkan Pertamina Lakukan Aksi Korporasi

0
47

Jakarta, namalonews.com- Kementerian BUMN membenarkan pemerintah telah memberikan surat persetujuan kepada PT Pertamina untuk melakukan aksi korporasi. Tujuan aksi tersebut adalah menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN- Fajar Harry Sampurna menyebut di tengah harga minyak dunia tinggi dan tekanan rupiah atas dolar AS, pertamina perlu melakukan langkah-langkah strategis.

“Prinsipnya kementerian BUMN menyetujui langkah-langkah pertamina untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga minyak, rupiah dan segala macam tersebut,” ujarnya di Kompleks Parelemen Senayan di Jakarta pada Rabu (18/7/2018).

Ian menambahkan pertamina bisa melakukan strategis yang disebutkan bisa memberikan dampak positif untuk pertamina.

Hanya saja, lanjutnya, langkah-langkah tersebut harus disadari atas pertimbangan dan perhitungan yang jelas. Namun, hal itu harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dewan komisaris.

Berdasarkan dokumen yang tersebar di kalangan wartawan- Menteri BUMN Rini Soemarno pada akhir bulan lalu menandatangani surat yang menyetujui PT Pertamina untuk menjual aset-asetnya ke swasta. Surat ini menjadi jawaban dari surat yang diadujkan oleh pertamina sebelumnya yakni pada 6 Juli 2018.

Dalam surat tersebut, tercatat ada empat aksi korporaso uamg bakal dilakukan pertamina termasuk menjual aset-asetnya ke pihak swasata.

Share dawn aset hulu selektif dengan tetap menjaga pengendalian pertamina untuk aset-aset strategis dan mencari mitra kredibel dan diupayakan memperoleh nilai strategis lain seperti akses ke aset hulu di negara lain.

Selain itu, Spin off bisnis RU IV dan unit bisnis RU V lima Balikpapan ke anak perusahaan dan potensi farm in mitra di anak perusahaan tersebut yang sejalan dengan rencana refinery development Master Plan (RDMP).

Investasi tambahannya dalam rangka memperluas jaringan untuk menjual BBM unum dengan harga keekonomian seperti pertashop. Ditambahkan pula disebutkan peninjauan ulang kebijakan perusahaan yang dapat berdempak pada keuangan secara signifikan dengan tidak mengurangi esensi dari tujuan awal.

Rini pun menulis direksi pertamina saat diminta untuk melakukan kajian kompreherensif sebelum melakukan aski korporasi tersebut dan meminta persetujuan komisaris bagi peserta.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here