Demokrat Sebut Kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 Tergantung Cawapresnya

0
261

Jakarta, namalonews.com- Kepala Divisi Advokasi yaitu Ferdinand Hutahaean menilai bahwa Prabowo Subianto tersebut layak untuk menjadi capres tahun 2019 mendatang. Namun, ia mengatakan bahwa kemenangannya tersebut bergantung terhadap pada siapa cawapres yang akan dipilihnya.

Ferdinand mengatakan bahwa beliau juga punya menang tergantung terhadap siapa wakilnya. Wakilnya Prabowo sendiri juga akan menentukan peluangnya untuk menang.

Setelah faktor cawapres, selanjutnya yaitu akan diserahkan pada keputusan para masyarakat. Sebab, kemenangan tersebut berada di dalam tangan para rakyat.

Ferdinand juga mengatakan bahwa bicara layak atau tidak layak tentu pasti layak. Menang atau tidak menang nanti para masyarakat yang akan menentukan.

Diketahui bahwa Partai Demokrat tersebut juga terus menjalin hubungan komunikasi dengan berbagai partai politik lainnya untuk dapat menentukan arah koalisi dalam Pilpres 2019 mendatang. Ferdinand juga mengatakan bahwa belakangan ini partainya juga intensif untuk berkomunikasi dengan Gerindra.

Ia juga menyatakan jika sebagai Ketum akan melakukan berbagai komunikasi politik dengan Partai Gerindra serta Prabowo. Maka arak dari politiknya tersebut saat ini memang lebih intens dengan Partai Gerindra.

Perubahan mengenai strategi dari Ketum Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono menempatkan AHY sebagai cawapres mendapat sebuah apresiasi.

Hendri Satrio menilai jika menurut tawaran dari capres menjadi cawapres tersebut membuat Partai Demokrat sendiri semakin leluasa dalam bergerak.

Hendri juga mengatakan bahwa peluang itu juga dapat bergerak untuk membangun sebuah koalisi dengan Jokowi atau Prabowo, bahkan juga dapat membuaka poros baru.

Dengan menempatkan AHY menjadi cawapres, maka partai Demokrat juga dapat bergerak untuk menggandeng Ketum Golkar yaitu Airlangga Hartarto menjadi capresnya. Atau dapat menggandeng Muhaimin Iskandar yang dapat membentuk poros baru.

Ia menjelaskan bahwa dengan memindah AHY dari capres menjadi cawapres, hal tersebut merupakan sebuah strategi yang harus dipetimbangkan.

Apalagi membaca sinyal Ketum Golkar yaitu Airlangga mengunjungi Ketum SBY. Dia juga memprediksi bahwa dapat saja di dalam pertemuan tersebut juga terdapat pembahasan dalam membentuk poros baru.

Sebelumnya Ketum Demokrat yaitu SBY juga membuka opsi mengusung Jokowi, Prabowo atau capres dari poros ketiga.

Namun, SBY juga berharap bahwa capres yang didukung melirik kader dari Demokrat menjadi salah satu pendamping. Dia juga menyebut hingga saat ini Partai Demokrat mempunyai kader unggulan yang memiliki elektabilitas yang tinggi untuk menjadi cawapres.

Hendri Satrio menilai bahwa Prabowo jadi berpasangan dengan AHY dalam Pilpres 2019 mendatang. Maka kekuatan duet tersebut tidak dapat dianggap remeh. Sebab, dibalik duet tersebut juga pasti akan berpengaruh dalam kekuatan dari SBY.

Oleh sebab itu, ia juga menyambut pejawat yaitu Jokowi harus berhati-hati dalam memilih cawapres yang akan digandengnya dalam Pilpres 2019 mendatang. Sebab, jika Jokowi tersebut salah dalam memilih pasangan cawapres, maka juga akan kemungkinan pasangan calon Prabowo dan AHY dapat memenangkan Pilpres dalam 2019 mendatang.

Partai Demokrat juga mewacanakan bahwa perjodohan antara Ketum Prabowo bersama dengan AHY. Wacana tersebut muncul setelah Wakil Ketua Demokrat yaitu Syarif Hasan bertemu dengan Prabowo untuk membicarakan mengenai arah dari politik Pilpres 2019 mendatang. Hendri juga mengatakan bahwa duet antara Prabowo dan AHY tersebut dapat menggaet pemilih kaum muda. Sebab, AHY juga cukup populer di berbagai kalangan kaum muda.

Sebelumnya, Prabowo Subianto tidak membantah mengenai partainya yang melirik AHY sebagai salah satu cawapres yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019 mendatang. Itu didasari dengan pertimbangan mencari sosok yang akan mewakili pemilih dari para generasi muda.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here