Kampung Singkong Siap Dibangun di Jawa Barat

0
224

Jakarta, namalonews.com- Telah lama bergema Kampung Cireundeu-Kota Cimahi dikenal dengan sebutan Kampung Singkong. Hal ini disebabkan singkong menjadi makanan pokok bagi masyarakat yang berdiam di daerah tersebut.

Kampung diselimuti oleh kurang lebih 20 hektare kebun singkong tersebut mengolah singkong menjadi nasi atau biasa disebut rasi (Beras Singkong). Rasi tersebut disebutkan akan dimakan bersama lauk pauk dan sayur layaknya makanan nasi beras biasa.

Hal inilah yang menjadi latar belakang Balitbangtan untuk membangun kawasan model diversifikasi pangan di Kampung Cireundeu-Kelurahan Leuwigajah-Kota Cimahi, Jawa Barat.

Konsep pengembangan model berbasis kawasan dengan komoditas utama yang bakal diolah berupa ubikayu merupakan sebuah peluang untuk peningkatan ketersediaan bahan baku, kualitas produk olahan, pemasaran, dan pola konsumsi. Semua perencanaan tersebut akan terintegrasi dengan baik di kalangan masyarakat.

Balitbangtan disebutkan membina warga Cireundeu melalui bimbingan teknis budidaya dan pengolahan pascapanen ubikayu. Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku tersebut, Dr Kartika Noerwijati-Peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) memandu demplot budidaya ubikayu.

Masyarakat Cireundeu diajarkan sistem tanam tumpang sari ubikayu dan kacang tanah tidak hanya memberikan manfaat dari aspek ekonomi. Tetapi juga, hal itu akan membantu meningkatkan nilai gizi protein dan lemak dari aneka produk olahan ubikayu yang dihasilkan.

Sedangkan untuk memperbaiki kualitas produk olahan ubikayu, peneliti BB Pascapanen Dr Heny Herawati menyebut warga Cireundeu harus mengetahui cara mengolah ubikayu menjadi tepung, cara membuat mie dan pasta dari ubikayu, serta masyarakat akan diajarkan cara mengolah rasi baru.

Pembangunan kawasan diversifikasi pangan di Kota Cimahi tersebut dapat terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dari pemerintah kota Cimahi.

“Kolaborasi yang baik antara dinas ketahanan pangan dan pertanian kota Cimahi dengan Balitbangtan membuat kawasan diversifikasi pangan berbasis ubikayu di kota Cimahi ini dapat terealisasi dan hasilnya cukup baik,” kata Heny.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here