Peluang Duet Jokowi-Prabowo

0
130

Jakarta, namalonews.com- Pusat Penelitian Politik LIPI telah merilis hasil survei mengeai Pilpres 2019 mendatang. Salah satu isinya yaitu mengenai nama dari Prabowo Subianto yang merupakan cawapres dari Jokowi yang diinginkan pemilih orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Wawan Ichwanudin mengatakan menariknya lagi bahwa 12,7 persen para pemilih Jokowi menyebut bahwa Prabowo sebagai cawapres yang sangat tepat untuk dapat mendampingi Jokowi.

Dia menduga bahwa hal tersebut disebabkan karena publik melihat bahwa cairnya hubungan antara dua belah pihak pada saat menjelang Pilpres 2019 mendatang.

Ia juga menambahkan bahwa bagi pengamat tersebut kemustahilan, bagi publik sendiri mungkin karena ingin pembelahan tersebut melunak mencair seperti hal itu, ini menjadikan bahwa Prabowo menjadi cawapres Jokowi.

Dalam hasil survei tersebut bahwa Prabowo memuncaki daftar cawapres dari Jokowi dengan angka yaitu hingga 12,7 persen. Daftar tersebut ditarik dari jumlah para pendukung Jokowi sendiri di angka yaitu 58,2 persen atau hingga 1.223 responden.

Posisi berikutnya yaitu diduduki oleh Anies Baswedan yang mendapat angka hingga 11 persen serta Gatot Nurmantyo mendapat 10, 2 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono mendapat angka 8,1 persen.

Muncul nama Mafud MD yang santer diisukan menjadi cawapres dari Jokowi dengan posisi ke tujuh yang memiliki elektabilitas 3,3 persen. Di bawah Jusuf Kall yaitu 7, 2 persen serta Ahok 6,7 persen dan Cak Imin 4,7 persen.

Selain itu juga terdapat nama dari Cagub Jabar yaitu Ridwan Kamil yang menduduki angkan 2,1 persen serta Hary Tanosoedibjo mendapat angka 1 persen dan Menku Sri Mulyani yaitu 2 persen.

Nama yang disebut masuk ke kantong Jokowi tersebut seperti Airlangga Hartarto dan Moeldoko tidak termasuk. Dalam irisan gabungan beberapa tokoh lainnya berada pada angka yaitu 7 persen.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 19 April hingga 5 Mei 2018 silam dengan wawancara langsung atau tatap muka. Survei yang mempunyai responden hingga 2.100 orang tersebut yang diambil dengan metode multistage random sampling. Mergin of error survei mencapai hingga kurang lebih mencapat 1,14 persen dalam tingkat kepercayaan yaitu 95 persen.

Partai Demokrat juga menanggapi bahwa akan adanya usul menduetkan Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang.

Sekjen Demokrat yaitu Hinca mengatakan bahwa usulan tersebut kembali mengemuka disaat baru-baru ini terjadi sebuah pertemuan antara Prabowo serta elite Demokrasi Indonesia Perjuangan yaitu Puan Maharani.

Jokowi adalah salah satu kader dari PDIP serta untuk kedua kalinya akan diusung dalam partainya untuk dapat maju menjadi Capres 2019 mendatang.

Hinca juga mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah suatu barang yang baru. Mereka juga sudah pernah mendengarkannya.

Hinca juga mengatakan bahwa usulan memasangkan antara Jokow dan Prabowo tersebut dalam Pilpres sama menghadirkan calon tunggal yang kontestasi.

Hitungannya saat ini masih tersisa hanya empat partai yang saat ini belum menunjukan sikap resminya yaitu Partai Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN.

Jika Gerindra tersebut bergabung maka Hinca mengatakan kemungkinan calon tunggal dapat terjadi. Padahal hasil survei tersebut oleh berbagai lembagam dan nama Prabowo adalah penantang terkuat dari Jokowi sebagai capres 2019 mendatang.

Ia mengatakan bahwa jika sampai saat ini Pilpres calon tunggal serta melawan kotak kosong serta kotak kosong menang, maka apa kata dunia ? Menurutnya bahwa ia tidak baik buat partai Demokrasi.

Sebelumnya pertemuan antara Prabowo dengan Puan Maharani tersebut terlaksana pada tanggal 17 juli 2018.

Bahkan Prabowo juga mengatakan memiliki kedekatan dengan keluarga cucu dari Soekarno itu.

Dalam pertemuan, Prabowo juga ingin mengajak Puan tersebut menunggangi kuda miliknya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here