Presiden Ajak Semua Pihak Hadapi Tekanan Ekonomi Global

0
134

Jakarta, namalonews.com- Tekanan ekonomi global harus dihadapi bersama sebagai satu-kesatuan. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut persatuan merupakan modal untuk menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.

“Saat ini, kita sedang menghadapi tekanan ekonomi global yang harus dihadapi bersama. Karena aset kita dan kekuatan kita adalah persatuan dalam menghadapi tantangan global yang semakin susah,” demikian Presiden Jokowi saat berpidato pada Harlah ke-20 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Grand Sahid Jaya pada Minggu (22/7/2018) di Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tidak saling mencela, mencemooh, dan memaki satu sama lainnya. Presiden menyebut kondisi semacam ini akan menjadikan Indonesia semakin tertinggal jauh dari negara-negara tetangga.

“Jangan sampai energi kita habis karena saling mencela, mencemooh, dam memaki di antara kita. Sementara negara lain sudah melangkah kemana-mana,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga kembali mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4,0. Sehingga, Indonesia sebaiknya memiliki strategi dalam menghadapi kondisi demikian.

“Kalau konsentrasi kita masih hal-hal tadi, kita bisa ditanggal negara lain. Negara lain sudah berpikir atificial inteligent, dan big data, kita masih pada hal yang tadi saya sampaikan. Saya sedih, ekspor kita, sudah kalah dengan Singapura, Malaysia, Vietnam. Kita tidak bisa terus-menerus kalah, apalagi kalau nanti kalah dari Kamboja, dan Laos,” ujar Presiden Jokowi

Lantas, Presiden mencontohkan salah satu bentuk persiapan dalam menghadapi tekanan global adalah pemeretaan pembangunan. Presiden Jokowi berpendapat ada banyak pihak bertanya mengapa pemerintah saat ini fokus membangun di Indonesia Timur.

Ada juga pertanyaan tentang mengapa harus memulai pembangunan dari desa. Saat ini, pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 187 triliun. Merujuk pada angka dana desa tersebut, Presiden Jokowi mengakui kalau pembangunan dipusatkan di Jawa, maka perekonomian Indonesia akan baik.

“Kalau mau lancar dan cepat, bangun super koridor ekonomi Jawa bagian utara, perekonomia kita akan baik. Tapi, bagaimana soal keadilan, dan pemerataan? Kembali ke ekonomi cepat, politik juga di balik cepat. Tapi, namanya keadilan, pemerataan, adalah amanat konstitusi yang harus kita jalankan,” tutup Presiden.

Penulis: Boni Ogur 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here