Tiket Kertas KRL Masih Berlangsung Hingga Hari ini

0
198

Jakarta, namalonews.com- Hingga hari ini, pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik kereta rel listrik (KRL) masih terus berlangsung. Disebutkan, 79 stasiun kereta rel listrik memberlakukan sistem tiket manual alias berupa kertas.

“Untuk kemudahan dan kelancaran mobilitas pelanggan kereta rel listrik, transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas dan diberlakukan di 79 stasiun kereta rel listrik,” kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCL- Eva Chairunisa saat dikonfirmasi pada Senin (23/7/2018).

Ia menambahkan proses pembaharuan tiket elektronik masih belum rampung dilakukan hingga saat ini. Dengan demikian, tiket kertas tersebut akan digunakan oleh pelanggan kereta rel listrik dan dimulai dari perjalanan kereta pertama hingga kereta terakhir.

Tiket kertas dijual dengan harga sebesar RP 3.000 ke semua stasiun tujuan. Dijelaskan bahwa satu tiket kertas tersebut hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna KRL untuk satu kali perjalanan.

“Di stasiun pertama atau awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk diberikan tanda bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya akan disimpan oleh pengguna jasa kereta sebagai tanda bukit perjalanan,” demikian Eva.

Untuk mendapatkan tiket tersebut, pengguna atau pelanggan dapat mengantri di loket manapun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas tersebut. Hal ini menyebabkan terjadinya antrian yang panjang.

Oleh karena itu, Eva mengimbau pelanggan untuk mengurangi antrean pada saat pemesanan tiket. Ia mengharapkan para pelanggan jasa KRL untuk menyiapkan uang tunai sesuai tarif tiket.

Harus diakui pembaruan sistem tiket elektronik dilakukan PT KCI sejak Sabtu (21/7/2018) kemarin. Karena kendala waktu yang begitu cepat berjalan, pembaharuan pun menjadi molor dan menimbulkan tumpukan pengguan KRL baik yang hendak masuk maupun ke luar.

Namun, Eva menyebut usai pembaharuan dan pemeliharaan tuntas, PT KCI akan mampu melayani lebih dari 1 juta transaksi. karena sebelumnya tercatat hanya melayani sekitar 400 ribu transaksi per hari.

“Sistem elektronik KCL mencakupi 760 gerbang elektronik, 233 Vendong Machine, dan terhubung ke-79 stasiun yang melayani KRL. Proses kali ini merupakan upaya untuk membuat sistem ticketing semakin dapat diandalkan,” tambahnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here