Cak Imin Ungkap Alasan Kiai Dorong Dirinya Jadi Cawapres Jokowi

0
208

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum PKB yaitu Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal dengan Cak Imin mengatakan bahwa adanya alasan dirinya ngotot ingin menjadi cawapres dari Jokowi. Hal tersebut, menurutnya bahwa dorongan dari para kiai, santri dan ulama tersebut sebagai salah satu keinginan yang terpendam atau disebut silent hope.

Cak Imin mengatakan bahwa ia menyebutkan silent hope atau yang disebut harapan diam. Salah satu endapan aspirasi yang tidak akan pernah dapat terucapkan, dan tidak akan pernah disalurkan. Mereka juga percaya terhadap kami, kepada kiai dan para pemimpin. Dengan kita maju seperti ini maka mereka juga dapat akses solusi, itulah sebabnya silent hope ini menjadi sebuah harapan yang terucap.

Cak Imin juga menambahkan bahwa harapan yang terendap tersebut tidak dapat disalurkan, khawatir hal tersebut akan merembes kemana-mana. Para warga Nahdatul Ulama juga akan banyak yang bergabung ke dalam kelompok radikal.

Ia mengatakan bahwa silent hope tersebut jika tidak dikelola secara baik jika tidak disalurkan maka akan menjadi bocoran kemana-mana yang akan menjadi air bah. Dan ia mengingatkan Imin para warga NU tersebut juga sudah banyak yang terserap serta tersentuh dalam beberapa kelompok radikal.

Ia menjawab memang tidak dapat dipungkiri jika hak tersebut silent hope yang akan tumbuh di bawah hingga belum ada saluran yang dapat diterbitkan harapan diam. Sehingga akan merembes kemana-mana. Kemudian mereka juga akan masuk ke sini situ dengan para mayoritas islam ini para warga NU.

Dia juga mencontohkan bahwa banyak berbagai hal yang terjadi dalam wilayah Madura. Cak Imin mengatakan bahwa banyak dari para warga NU di sana yang pindah ke berbagai kelompok tertentu karena dapat bersorban serta berjubah.

Cak Imin mengatakan bahwa meskipun setelah ia selidiki terdapat sebabnya. Sebab tersebut di NU juga boleh sorban atau jubah kira-lira sudah menjadi kiai kabupaten, kecamatan, desa sungkan memakai jubah. Hal tersebut bersorban berjubah juga akan terhambat di kalangan para NU.

Selain itu, Cak imin juga masih percaya mengenai ia akan dipinang oleh Jokowi sebagi pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang. Dengan gemblang, ia juga menilai para pesaingnya yang juga akan dilirik Jokowi.

Seperti Mahfud MD yang menurut Cak Imin sepertu mobil mercy. Sedangkan menurutnya bahwa mantan Ketua MK tresebut, cantim diberbagai media sosial, namun penumpangnya tersebut tidak banyak Indoneisa Timur.

Sedangkan, Cak Imin tersebut telah meninggikan dirinya bakal mendapatkan suara yang lebih banyak daripada kedua pesaingnya tersebut. Dia juga mengibaratkan dengan mobil Alphard yang dapat menampung hingga banyak para penumpang karena PKB mewakili suara dari para NU.

Ia mengatakan bahwa jika PKB tersebut memiliki penumpang hingga 11 juta NU, ibarat mobil PKB tersebut yaitu mobil Alphard yang mewah juga, namun tetap banyak isinya.

Sedangkan, Jokowi dalam Harlah PKB tersebut juga memberikan sinyal bahwa dalam waktu maksimal 2 minggu akan mengumumkan cawapres nya untuk mendampinginya dalam Pilpres 2019 mendatang. Cak Imin yakin jika ia akan dipilih oleh Jokowi. Dia mengatakan bahwa PKB belum dapat mengambil ancang-ancang cabut jika Jokowi tersebut batal memilihnya.

Ketika berbicara mengenai harus ada keseriusan dalam sebuah kerja sama, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyebutkan kata Joi beberapa kali. Ia juga menyatakan kata Join tersebut pada saat menjelaskan jika dalam dunia usaha maka bekerja sama di sebut dengan Join. Keriuhan pun cukup terlihat pada para relawan Join yang juga mendengarnya. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here