Dibalik Dukungan Demokrat Jatim untuk Jokowi Maju Nyapres di 2019

0
222

Jakarta, namalonews.com – Menjelang Pemilihan Presiden 2019 mendatang, kabar mengenai partai-partai politik pendukung capres semakin gencar diperbincangkan. Salah satunya Partai Demokrat. Partai Demokrat yang ada di Jawa Timur telah diusulkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jatim untuk mendukung Presiden Joko Widodo supaya kembali maju sebagai capres di 2019 mendatang.

Usulan tersebut diajukan usai DPD melakukan voting tentang arah dukungan bakal calon presiden dalam Pilpres 2019. Voting tersebut dilakukan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Demokrat Jatim yang bertempat di Surabaya, Sabtu (21/7/2018).

Voting itu sendiri diikuti oleh seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat yang ada di DPRD, baik tingkat kabupaten atau kota maupun provinsi, lima perwakilan DPD Jatim, dan 38 ketua DPC. Kala itu, pilihan yang diusulkan kepada kader hanya ada dua opsi, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Hasil dari voting menyebutkan bahwa Jokowi meraih dukungan telak dengan perolehan 152 suara, sementara Prabowo sebanyak 56 suara. Di lain sisi ada 6 suara lainnya yang dinyatakan tidak sah.

Soekarwo yang tak lain adalah ketua DPD Demokrat Jatim menyampaikan bahwa selain rekomendasi voting, pertimbangan tersebut juga didasarkan pada pilihan gubernur terpilih yang juga diusulkan oleh Demokrat di pilkada lalu, yakni Khofifah Indar Parawansa.

Secara terbuka, Khofifah sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Selain itu, Soekarwo sebagai Gubernur Jawa Timur saat ini juga menyebut bahwa peluang untuk membuka poros ketiga yang juga telah tertutup turut menjadi pertimbangan.

Lantaran, dukungan kepada Jokowi dari bersatunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), maka kans Demokrat untuk menggandeng partai lain guna tercapainya Presidential Threshold (ambang batas pencalonan presiden) pun tinggal angan.

Terlebih, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sudah sepakat di poros kedua.

Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi hal tersebut melalui akun Twitter miliknya. Ferdinand menuliskan bahwa hal tersebut tidak masalah karena menjadi bentuk demokrasi dalam Partai Demokrat.

Tak hanya itu, Ferdinand juga menegaskan bahwa hal itu tak masalah asalkan tidak seperti keputusan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang telah dianggap mendahului partai ketika menyatakan dukungannya ke Jokowi. Ferdinand pun menganggap di daerah lain, Prabowo juga masih unggul sehingga biasa saja.

Ferdinand juga menambahkan hal tersebut biasa saja sebab voting daerah lain belum dimasukkan. Seluruh DPD diperintahkan Rakerda menyerap aspirasi. Jatim unggul Jokowi, DPP unggul Prabowo, Jabar unggul Prabowo, forum ketua DPD unggul Prabowo.

Respon PDIP

PDIP memberikan apresiasi dukungan DPD Partai Demokrat Jatim untuk Jokowi sebagai calon presiden pada pilpres 2019 mendatang. Walau begitu, DPD PDIP Jatim tidak menyangka atas dukungan tersebut.

Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi mengaku senang karena kinerja pemerintahan Jokowi diapresiasi positif oleh banyak partai, tak terkecuali oleh kader-kader Partai Demokrat yang ada di Jawa Timur.

Menurut PDIP, hal tersebut adalah kejutan. Mengingat partai politik yang dibesut oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut sudah lebih dulu memopulerkan figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang tak lain adalah putera sulung SBY sebagai sosok yang digadang manu sebagai capres yang diusung.

Kusnadi mengaku kaget lantaran AHY sering keliling, tak terkecuali di wilayah Jatim. Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari pun menambahkan bahwa menjelang pilpres dan pileg mendatang, jajaran partainya sudah menyiapkan strategi pemenangan. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here