Ternyata Pak JK Masih Punya Ambisi Politik yang Besar

0
194

Jakarta, namalonews.com- Langkah dari Wakil Presiden yaitu Jusuf Kalla atau JK untuk mengajukan diri menjadi pihak yang terkait dalam uji materi mengenai Penjelasan Pasal 169 Huruf n dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilu yang telah diajukan Partai Perindo di MK memunculkan dua presepsi dalam tengah para masyarakat.

Pertama yaitu dengan sebagai pihak terkait publik yang menafsirkan bahwa JK masih mempunyai sebuah ambisi yang cukup besar. Kedua yaitu ada juga yang menafsirkan menyebut bahwa wapres dalam era Presiden SBY tersebut ingin memperjelas mengenai situasi dan kondisi karena terdapat masalah yang sama dapat terjadi dalam masa yang akan datang.

M Qodari mengatakan bahwa intinya dengan ikut sebagai pihak terkait walau bukan penggugat langsung, orang membaca jika JK tersebut masih memiliki ambisi politik yang cukup besar, karena jika tidak mempunyai ambisi tentu dia juga tidak akan ikut masuk ke sana.

Kesimpulannya yaitu menurut direktur eksekutif Indo Barometer datang karena sebelumnya juga pernak mengadakan gugatan yang kurang lebih hampir sama dengan yang diajukan oleh Perindo tersebut. Namun, dengan upaya sejumlah kelompok para masyarakat tersebut kandas dengan sebuah alasan pemohon tidak mempunyai legal standing.

Qodari mengatakan jika kalau memang niatnya untuk memperjelas mungkin sejak dulu Jk sudah ikut dalam pihak terkait. Sedangkan JKI hingga saat ini juga selalu mengatakan bahwa ia ingin istrirahat, tidak akan maju lagi karena terbentur oleh konstitusi.

Disisi lain, ia mengatakan bahwa jika melihat ke masa lalu pada saat JK tersebut ingin berpasangan lagi dengan SBY pada saat periode yang kedua yaitu 2009-2014, hal tersebut tidak terjadi karena ketum Demorat tersebut tidak mau, sehingga JK memutuskan untuk tetap maju mejadi pasangan capres Wiranto.

Ia mengatakan bahwa Preseden Pemilu pada tahun 2009-2014 tersebut memang membuat banyak orang mempunyai tafsir jika memang JK sebetulnya mempunyai ambisi politik yang cukup besar.

Pengamat politik dari LIPI yaitu Syamsuddin Haris juga mengatakan bahwa tidak habis pikir dengan langkah yang diambil oleh JK yang ikut menggugat mengenai batas jabatan wapres tersebut. Apalagi bahwa JK sendiri mengajukan diri sebagai pihak yang akan dirugikan. Syamsuddin pun mensinyalir bahwa JK tersebut hanya memiliki ambisi politik yang semata. Buka merupakan alasan untuk dapat mengabdi yang hingga saat ini JK sampaikan.

Ia juga menambahkan bahwa pada pasal 7 UUD 1945 yang membatasi kekuasaan presiden serta wakilnya tersebut hanya dua kali dalam masa jabatan yang tidak perlu lagi dikaji karena saat ini sudah terang benderang.

Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa JK sudah dua periode menjabat sebagai wakil presiden RI. Pada periode yang pertama yaitu dengan SBY pada tahun 2009-2014. Sedangkan pada periode yang kedua yaitu pada tahun 2014-2019. Sebelumnya, JK sendiri sudah sempat menyatakan bahwa berkomitmen tidak akan maju lagi dapat Pilpres yang akan datang, baik sebagai capres maupun sebagai cawapres.

Juru bicara JK yaitu Husain Abdullah juga membenarkan bahwa JK mengajukan diri menjadi pihak terkait. Namun, ia juga membantah bahwa langkah tersebut demi ambisi pribadi saja.

Sebab JK merupakan salah satunya WNI yang pernah menjabat menjadi wapres hingga dua periode serta sedang menjadi sebuah objek dalam perkara. Kesediaan JK sebagai pihak terkait justru memang membantu MK dalam sebuah proses ujia materi serta mencari kepastian hukum. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here