Tunjangan Fungsional Guru Diimbau Diaktifkan Lagi

0
1933

Jakarta, namalonews.com- Undang-Undang 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen disebutkan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, UU tersebut perlu dikaji kembail. Demikian disebutkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“UU 14 tahun 2005 sudah tidak relevan, sehingga mendesak untuk direvisi,” kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah-Suyitno dalam keterangan tertulis pada Senin (23/7/2018).

Suyitno menambahkan pemisahan Undang-Undang guru dan dosen sangat penting untuk segera dilakukan sekarang. Mengingat, lanjutnya, permasalahan dan kondisi nyata di lapangan sangat berbeda.

“Masalah guru dan dosen itu sangat berbeda di lapangannya. Jadi perlu mendapat perlakuan dan payung hukum yang jelas dan berbeda juga di antara keduanya,” tutur Suyitno.

Lebih lanjut, Suyitno menjelaskan bahwa Undang-Undang 14 tahun 2005 belum benar-benar mengakomodasi unsur tenaga pendidikan dan belum mampu menjawabi tantangan dan isu guru yang terjadi sekarang. Mantan Dekan Fisip UIN Palembang itu juga mengharapkan tunjangan fungsional guru harus diaktifkan kembali.

Ia menyebut hal itu penting sebagai unsur usaha pemerataan gaji guru secara nasional dan upaya perlindungan terhadap guru. Kajian terhadap rancangan Rancangan Undang-Undang guru mencakupi revitalisasi peran guru, mekanisme kontroling, sistem penilaian, desentralisasi guru dan mekanisme rekrutmen guru.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here