Inilah Alasan Tuan Guru Bajang (TGB) Mengundurkan Diri Dari Partai Demokrat

0
373

Jakarta, namalonews.com- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bernama Zainul Majdi atau yang akrab disebut dengan Tuan Guru Bajang (TGB) telah resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat (PD). Sebelumnya, TGB merupakan salah seorang anggota dari Majelis Tinggi PD.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean  juga telah membenarkan pernyataan tersebut.

Menurut Ferdinand Hutahaean, surat pengunduran diri TGB itu telah diterima oleh Amir Syamsuddin selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Memang, sebelumnya TGB telah mengaku siap mundur dari Partai Demokrat. Akan tetapi, mantan Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut enggan mengungkapkan secara rinci alasan mundurnya dari Demokrat.

Amir sendiri juga telah mengonfirmasi bahwa TGB telah mengirim surat kepada dirinya.Akan tetapi, ia tidak mengetahui apa isi dari surat yang dikirimkan tersebut.

Pada waktu ditanya mengapa Amir tidak membaca dan mengetahui isi surat TGB terlebih dahulu sebelum meneruskannya ke DPP Demokrat, dirinya menjawab bahwa surat yang dikirimkan tersebut bukan ditujukan  untuk dirinya.

Hubungan TGB (Tuan Guru Bajang) dengan Demokrat menjadi kurang harmonis ini terjadi sejak Gubernur NTB tersebut menyatakan  dirinya akan mendukung Jokowi untuk maju sebagai presiden RI untuk dua periode.

Partai Demokrat juga sempat menyatakan akan memberikan sanksi kepada TGB sebab dirinya sudah mendahului keputusan partai mengenai arah dukungan di Pilpres 2019 yang akan datang.

Sebelumnya TGB mengaku siap mundur dari Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan TGB untuk menyikapi sikapnya yang secara terbuka akan mendukung Presiden Joko Widodo untuk bisa maju kembali di Pilpres 2019 yang akan datang‎.

“Saya tetap pada posisi saya, keputusan saya untuk mendukung Bapak Jokowi.

TGB juga mengungkapkan kalau ada resiko atas pilihan itu ya saya akan hadapi,” ujarnya, saat berada di Kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

TGB telah secara terbuka mendukung Presiden Joko Widodo dua periode. Sementara itu, Partai Demokrat belum menyampaikan sikap resmi terkait dengan Pilpres 2019 yang akan datang.

TGB juga telah disebut sempat akan dijatuhi sanksi oleh Partai Demokrat. Dia juga menyatakan telah berkali-kali meminta bertemu dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tapi tak juga mendapat lampu hijau dari Ketum Partai Demokrat tersebut.

Pertemuan yang dia inginkan tersebut sebab ingin berencana membahas sejumlah hal dengan SBY, salah satunya terkait pernyataan dukungannya terhadap Jokowi untuk menjabat dua periode.

Meski begitu, niat TGB ini diragukan oleh elite Demokrat. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean setengah tak percaya pada pernyataan TGB  yang seperti itu.

Ferdinand mengaku selalu menemani kunjungan SBY ke daerah.

Namun dirinya menyebut tak ada permintaan dari TGB yang seperti  itu. TGB  juga dimintai keterangan mengenai permintaannya untuk bertemu dengan SBY sejak bulan Mei itu. Dia pun juga meminta TGB untuk  menyebut nama perantara.

TGB sendiri mengganggap bahwa sikapnya untuk mendukung Jokowi tidak melaranggar aturan dalam menyuarakan aspirasi di Pilpres 2019 mendatang.

“Apalagi aspirasi itu saya awali dengan aspirasi saya pribadi,” ujar TGB.

Selain itu TGB juga mengutarakan bahwa dirinya sudah beberapa kali mencoba menghubungi untuk Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun karna sibuk, keduanya belum juga bertemu.

Ferdinand Hutahaean  selaku Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat (PD), sebelumnya juga mengungkapkan jika nasib TGB di partai PD akan ditentukan sesudah masa pencaleganselesai.

Ferdinand Hutahaean juga belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diterima oleh TGB.

Sebab hal tersebut akan diputuskan oleh majelis tinggi partai Partai Demokrat. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here