Nasari Grup Memberi Kesempatan Tamatan SMK Untuk Bergabung

0
351

Jakarta, namalonews.com- Nasari Grup berpartisipasi dalam acara “Job Matching Tamatan 2018” yang digelar di SMKN 49 Jakarta, Jalan Sarang Bango, No. 1, Marunda, Kec. Cilincing, Jakarta Utara, selama dua hari, 25-26 Juli 2018. Kegiatan ini adalah untuk menjaring tamatan SMK Negeri dan juga Swasta yang memiliki bakat dan minat serta skill yang baik untuk ikut bergabung di grup perusahaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia tersebut.

Di hari pertama pembukaan, tampak hadir para kepala sekolah yang menjadi panitia kegiatan. Selain itu tampak pula Kepala Seksi Pendidikan Menengah  Sudin Pendidikan Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, Drs.H. Dudung Durakhim M.Pd

Selama dua hari booth Nasari Grup dipenuhi para pelajar yang ingin mengetahui kesempatan (lowongan) apa saja yang tersedia.  Setelah mendapat penjelasan, mereka kemudian menyerahkan surat lamaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Namun beberapa diantara pelajar tersebut membuat lamarannya pada hari itu juga.

“Job Matching Tamatan 2018” ini melibatkan 8 SMKN Jakarta sebagai panitia acara : SMKN 23, SMK 55, SMK 56, SMK 35,SMK 33, SMK 4, SMK 61,dan SMK 12  dan SMK swasta Jakarta (SMK Perguruan Cikini dan SMK PGRI 11). Sementara itu sekolah yang mengikuti kegiatan ini ada 68 sekolah selain sekolah yang menjadi panitia (aliansi).  Kegiatan bursa tamatan SMK ini juga diikuti oleh 28 pelaku dunia usaha dan industri.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 49 yang juga merupakan Ketua Panitia “Job Matching Tamatan 2018”, Meyridalisna. S.Pd, mengungkapkan bahwa  kegiatan yang melibatkan banyak sekolah  SMK ini baru pertama kali dilakukan. Sementara kegiatan rutin (internal) acara serupa ini digelar setiap tahun.

Data penyerapan murid-murid SMK 49 di dunia usaha dan industry, kata Meyridalisna, cukup banyak. Sekedar catatan untuk tahun 2018 ini, sudah ada 47 dari 278 murid secara keseluruhan,  yang terserap di dunia usaha dan industri.

Untuk tahun 2018 ini, tingkat kelulusan siswa di SMKN 49 mencapai 100 persen. “Saat ini yang 70 persen telah bekerja, 15 persen kuliah, sedangkan yang 15 persen lagi membuka usaha dan sebagainya,” demikian ungkap Meyridalisna.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here