Natalius Pigai: Jokowi Presiden Paling Gagal!

0
203

Jakarta, namalonews.com- Indonesia sejak diproklamasikan sebagai negara merdeka pada  17 Agustus 1945 telah beberapa kali mengalami pergantian presiden. Presiden pertama adalah Soekarno. Berturut-turut presiden Indonesia adalah Soeharto, B,J. Habibe, Abdurrahan Wahid, Megawati Soekarnoputri,  Susilo Bambang Yudhoyono, dan kini presiden yang masih menjabat adalah Joko Widodo alias Jokowi.

Di antara presiden-presiden Indonesia tersebut, dalam  pandangan mantan Komisioner Komisi Nasional  Hak Asasi Manusia   (Komnass Ham), Natalius Pigai, Jokowi belum berhasil alias gagal dalam sejarah Indonesia.

Natalius memaparkan bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimiliknya, Jokowi baru atau hanya mampu menurunkan jumlah kemiskinan sebesar satu  persen  selama empat tahun menjabat sebagai presiden.

“Saya pernah menjadi kepala bidang statistik di Depnaker. Jadi, . saya tahu bagaimana data. Saya ikut membuat rumus.  Rumus saja kita buat apalagi menghitungnya, itu persoalan mudah. Dari data sah BPS, Jokowi itu paling gagal, ia hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak satu  persen selama empat tahun. Rp7 Triliun yang dikeluarkan ke mana,” ujarnya dalam acara Toba Informal Meeting yang digelar Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di Hotel Danau Toba, Medan, Rabu (25/7/2018).

Lebih lanjut Natalius menjelaskan  bahwa dulu sewaktu Republik Indonesia di bawah  kepemimpinan Presiden Habibi, angka kemiskinan menururn  dari jumlah 24,43 persen menjadi 23,42 persen. Lanjut Natalius, saat Abdurahman Wahid menjadi presiden, angka kemiskinan menurun dari 23,42 persen menjadi 18,41 persen, atau turun 5,1 persen.

Natalius melnjutkan,  saat Megawati  Soekrnoputri menjadi presiden, angka kemiskina menurun dari 18,41 persen menjadi 17,42 persen. Ketika SBY dilantik menjadi presiden, Natalius, angka kemiskinan menurun dari 17,42 persen menjadi 14,15 persen di periode pertama dan menjadi 10,96 persen di periode kedua.

“Tahun kepemimpinan SBY turun 2,51 persen dan periode kedua turun 3,46 persen. Kemudian lanjut ke Jokowi. Dari 10,96 persen sekarang 9,86 persen. Turunnya itu cuma 1 persen selama empat tahun. Ini data resmi, jadi jangan percaya sama berita yang kemarin heboh, Jokowi berhasil menurunkan angka kemiskinan,” katanya.

Presiden Jokowi, dalam pandangan Natalius, tidak memiliki program yang berorientasi pada pengentasan  kemiskinan dan  pembukaan lapangan pekerjaan. Juga tidak ada program yang berorientasi pada upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tambah Natalius. Sebaliknya, tambah Natalius, Presiden Jokowi  banyak melakukan pembangunan infrastruktur, dan itu pun sangat tidak maksimal atau besar dalam penyerapan pekerja.

“Makanya saya bilang, Jokowi adalah Presiden paling gagal sepanjang sejarah Indonesia,” ujarnya.

Itulah sebabnya,  Natalius  mengaku sangat kecewa dengan pemerintahan Jokowi. Kekecewaan itu kian bertambah  mendalam terkait dengan  masalah kemanusiaan yang ada di Danau Toba. “Apalah yang kita harapkan dari pemerintah, gimana itu ada seratus lebih mayat di dasar Toba saja tidak bisa diusahakan untuk diangkat. Saya menanti, Jokowi menyampaikan bahwa atas tengelamnya kapal KM Sinar Bangun itu darurat nasional, darurat kemanusiaan. Minimal pernyataan politik, tapi tidak ada,” pungkasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here