SBY: Bagi Partai Demokrat, Cawapres Bukan Harga Mati

0
178

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum dari Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyatakan bahwa partainya tersebut sangat terbuka untuk membangun sebuah kolaisi dengan Partai Gerindra dalam Pilpres 2019 mendatang. Dia juga membantah tentang telah meminta Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY tersebut diusung sebagai cawapres, menjadi syarat dari Demokrat untuk berkoalisi.

SBY juga menegaskan bahwa bagi Partai Demokrat, cawapres bukanlah harga yang mati. Yang penting jika kita berkoalisi, maka pasangan capres serta cawapres tersebut merupakan yang paling tepat dan baik. Rakyat juga harus yakin dapat melakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

SBY juga mengakui bahwa setiap partai politik tersebut juga ingin agar salah satu kadernya sebagai capres atau cawapres. Namun, ia juga dapat memastikan bahwa Partai Demokrat tidak bersikeras dalam kadernya wajib untuk menjadi cawapres.

Ia juga mengatakan bahwa setiap parpol juga harus menginginkan kadernya, salah satu kadernya dapat menjadi capres atau cawapres. Ia kira bahwa logika demikian juga merupakan Partai Demokrat.

Hal tersebut sama juga yang dikatakan oleh Prabowo Subianto. Ia juga mengatakan bahwa SBY tidak akan memberikan harga mati bahwa AHY harus menjado cawapres. SBY hanya meminta untuk terus mencarikan calon yang terbaik.

Prabowo mengatakan apakah SBY juga memberi suatu permintaan harga mati bagi AHY? Ia mengatakan hal tersebut dengan tegas, SBY sendiri tidak meminta untuk menjadi cawapres sebagai harga mati.

Peremuan antara SBY dan Prabowo tersebut berlangsung dengan tertutup di sebuah kediaman dari SBY sendiri. Dalam pertemuan tersebut, SBY juga mengajak AHY untuk berbincang dengan Prabowo.

Ada lima isu nasional yang akan dibahas dalam sebuah pertemuan SBY bersama dengan Prabowo mulai dari sebuah masalah ekonomi hingga hukum. Kedua tokoh tersebut telah sepakat untuk menangkal berbagai berita hoax atau berita bohong.

SBY juga mengatakan bahwa ia berharap implementasi konstitusi serta UU Ketatanegaraan yang benar tersebut dalam sebuah kehidupannya, juga pentingnya sebuah check and balances antara negara salah satunya yaitu antara negara legislatif, eksekusif dan yudikatif. Selain itu juga kebebasan pers dan netralitas pemilu.

SBY melunak pada saat menjelang Pilpres 2019 mendatang. Demokrat sendiri tidak akan memaksakan anak SBY yaitu AHY untuk menjadi cawapres.

Hal tersebut disampaikan oleh SBY dalam sebuah video resmi yang diunggah beberapa waktu yang lalu. SBY sendiri juga masih menimbang tiga opsi yaitu bergabung bersama dengan Jokowi, Prabowo Subianto atau akan membentuk poros ketiga. Ketiga pilihan tersebut terus akan digodog oleh Majelis Tinggi dari Partai Demokrat setelah bertemu sera berkomunikasi dengan beberapa calon mitra koalisi tersebut.

SBY dalam videonya tersebut juga mengisyaratkan bahwa Partai Demokrat dalam Pilpres 2019 mendatang tak akan netral seperti pada Pilpres 2014 silam. Isyarat tersebut juga sudah terlihat dari harapan SBY sendiri yang akan mendukung capres potensial.

SBY juga telah menegaskan bahwa pihak Demokrat tersebut juga ingin salah satu kader terbaiknya juga dilirik menjadi capres atau cawapres yang akan didukung. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang mutlak.

Artinya bahwa SBY juga sudah melunak dan tidak akan memaksakan AHY untuk berpasangan dengan capres yang akan didukung oleh Partai Demokrat. SBY sendiri juga menginginkan bahwa capres yang akan didukung nanti juga memberikan efek elektoral bagi Partai Demokrat.

Sikap dari SBY yang melunak tersebut dan terbuka juga ditunjukkan oleh beberapa poin kontrak politik yang akan diajukan oleh Partai Demokrat. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here