Sinyal-Sinyal Demokrat Akan Merapat ke Prabowo

0
183

Jakarta, namalonews.com- Pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto akhirnya sudah terlaksana. Mereka bertemu di kediaman dari SBY yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan yang membahas mengenai peluang dalam koalisi menjelang Pilpres 2019 mendatang.

Dalam pertemuan yang sama sebenarnya juga pernah diagendakan pada pekan yang lalu. Namun, kedua politik tersebut belum bersua karena SBY yang mendadak sakit.

Prabowo sendiri sempat datang untuk menjenguk SBY di RSPAD Gatot Subroto, namun pada saat itu tidak ada pembicaraan mengenai politik diantara mereka berdua.

Dalam sebuah pertemuan tersebut, SBY dan Prabowo juga terlibat dalam sebuah pertemuan empat mata, meskipun belakangan tersebut Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan Ketua Komando Satuan yang bertugas bersama dengan Demokrat ikut nimbrung.

Walaupun begitu pertemuan tersebut belum mencapai kesepakatan akhir dari berbagai persoalan koalisi, SBY sendiri telah melontarkan berbagai bentuk sinyak kuat untuk bergabung dengan Prabowo. Ia juga tegas menyebut berbagai kendala bergabung dengan koalisi dari pendukung Jokowi tersebut.

SBY mengatakan bahwa Jokowi sendiri juga berharap agar Demokrat di dalam. Namun ia menyadari bahwa banyak berbagai rintangan serta hambatan untuk koalisi tersebut.

Menurut SBY bahwa hubungan dengan koalisi para pendukung Jokowi tersebut belum kondusif. Hal tersebut yang membuat jalan dari Demokear tersebut bergabung dengan koalisi tidak mulus.

SBY menjelaskan bahwa untuk berkoalisi tersebut juga perlu iklimnya baik, kesediaan untuk tetap saling berkoalisi juga, ada mutual respect dan ada mutual trust. Hal tersebut jadi sebuah hambatan saat ini.

Di sisi lain, SBY juga menunjukan sebuah pandangan yang bertolak belakang dengan hal penjajak koalisi dengan Prabowo. Ia juga menilai bahwa Partai Demokrat dan Gerindra juga mempunyai pandangan sama menjadi landasan awal sebuah koalisi.

SBY mengatakan bahwa jalan untuk membangun sebuah koalisi tersebut cukup terbuka lebar, apalagi setelah mereka berdua sepakat atas apa yang menjadi sebuah persoalan bangsa, sepakat mengenai apa yang meraka harapkan dari rakyat sampai grassroot sebelum mereka membicarakan mengenai koalisi.

SBY juga mengatakan hasil dari pertemuan dengan Prabowo tersebut akan disampaikan kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat. Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa akan kembali digelar sebuah pertemuan lanjutan.

Terakhir dalam kapasitasnya menjadi seorang pemimpin Demokrat hasil dari pertemuan tersebut juga akan disampaikan kepada Majelis Tinggi Demokrat karena forum tersebut yang akan mengambil sebuah keputusan.

Kedekatan antara Prabowo dan SBY tresebut semakin membuka sinyal bagi Partai Gerindra serta Demokrat untuk berkoalisi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Apalagi, Pangi juga memprediksi bahwa Demokrat akan sulit untuk berkoalisi dengan kubu para pendukung Jokowi. Alasannya yaitu bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut juga terlihat belum memberikan sebuah restu apabila Demokrat bergabung dalam kubu pendukung Jokowi.

Selain itu, Demokrat juga mendapatkan posisi menjadi cawapres Jokowi. Pada saat ini, Jokowi juga telah mengantongi lima cawapres, tanpa memberikan sebuah ruang bagi AHY menjadi pendamping dari Jokowi.

Hanya saja, sebuah peluang munculnya koalisi dari Gerindra dan Demokrat tersebut buka tanpa syarat. Demokrat juga masih dapat meminta posisi penting atas koalisi dari yang dibangun oleh keduanya tersebut.

Dalam hal tersebut, Demokrat juga masih dapat menyodorkan AHY sebagai pendamping dari Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang. Karena, Pangi menilai bahwa parpol transaksioanal juga akan terjadi dalam beberapa penjajakan kaolisi antara Prabowo dengan SBY. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here