Sinyal Terang dari Prabowo Disambut Tepuk Tangan

0
161

Jakarta, namalonews.com- Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menerima kunjungannya Prabowo Subianto dalam kediamannya. Hal tersebut untuk mematangkan rencana sebuah koalisi untuk dapat menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Pertemuan tersebut merupakan sebuah hal yang pertama sejak dari tahun yang lalu pada saat SBY serta Prabowo bertemu di Bogor. Pada saat itu, sebuah pertemuan yang dilakukan setelah empat partai yaitu Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS kalah dalam menolak presidential threshold dalam 20 persen.

Setelah pertemuan yang dilakukan dengan tertutup tersebut selesai selama kurang lebih dua jam, SBY serta Prabowo juga mengadakan jumpa pers bersama. Prabowo mengaku bahwa pertemuan tersebut membahas mengenai penjajakan dalam sebuah koalisi untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Mantan Danjen Kopasus menegaskan bahwa dalam sebuah pembicaraan koalisi tersebut, SBY tidak pernah menawarkan AHY sendiri sebagai cawapres yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Prabowo bahwa Demokrat dan Gerindra tersebut juga masih mencari seorang cawapres yang terbaik. Kriteria cawapres tersebut merupakan sosok yang kapabel, yang dapat berkomunikasi dengan baik bersama dengan para generasi muda. Hal tersebut karena pemilih merupakan mayoritas yang berusia dibawah 40 tahun.

Jika dalam pembahasan tersebut nama AHY akan muncul? Prabowo mengatakan Why Not dan dengan demikian, Gerindra tidak akan menolak jika AHY akan diajuakan untuk menjadi Cawapres.

Prabowo Subianto mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan jika untuk berpasangan dengan AHY. Di uraikan oleh Prabowo sendiri yang terdapat beberapa sebuah kriteria yang dimikiki oleh AHY, ia juga menjadi salah satu kriteria utama bagi pendampingnya.

Prabowo mengatakan bahwa untuk pendampingnya, mempunyai kapabilitas, kapasitas serta muda yang paling penting.

Prabowo juga menegaskan bahwa tidak ada permintaan dari SBY untuk memasangkannya dengan AHY.

Hal tersebut juga sama yang dikatakan oleh SBY sendiri. Baginya, posisi dari cawapres bukanlah sebuah harga yang mati.

Terpenting yaitu pada saat ini keduanya telah sepakat atas apa yang sudah diharapkan serta diinginkan para rakyat sampai tingkat akar rumputnya sebelum membicarakan mengenai koalisi.

SBY juga menjelaskan bahwa hal tersebut tentu tidak mungkin ia membicarakan sebuah koalisi sebelum benar-benar memahami sebuah persoalan para rakyat dan apa yang diinginkan oleh rakyat untuk lima tahun mendatang.

SBY juga mengaku bahwa berbagai syarat dalam pembentukan koalisi antara Demokrat dan Gerindra tersebut tersedia. SBY juga menegaskan bahwa koalisi yang cukup efektif lagi kokoh dan harus berangkat dari berbagai niat baik, serta saling menghormati dan juga percaya.

SBY juga yakin bahwa jalan untuk bersama dalam sebuah koalisi akan segera terjalin, jika persyaratan tersebut dapat terpenuhi, selai itu juga dapat kesamaan visi serta misi.

SBY disambut dengan tepuk tangan dan yakin bahwa jalan untuk bersama tersebut juga masih terbuka dengan baik.

Sebelumnya SBY juga menyatakan bahwa sulit untuk dirinya menjalin koalisi dengan pihak kubu Jokowi.

Hal tersebut disampaikan setelah bertemu dengan Prabowo di kediamannya.

Ia juga mengatakan hingga selama setahun ia berkomunikasi dengan Jokowi untuk dapat membuka kemungkinan bersama dalam pemerintahan, namun ia juga menyadari banyak berbagai rintangan serta hambatan untuk dapat mencapai koalisi tersebut.

SBY juga menegaskan bahwa iklim koalisi yang terbaik tersebut kemungkinan tidak akan terbentuk apabila Demokrat merapat ke kubu Jokowi.

Sedangkan SBY juga mengatakan bahwa jalan untuk dapat membuka koalisi dengan kubu Prabowo tersebut sudah terbuka lebar setelah pertemuan pada malam itu. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here