Alasan Airlangga Hartarto Cawapres Paling Ideal Buat Jokowi Menurut Survei LSI

0
290

Jakarta, namalonews.com- Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai siapa yang akan mendampingi petahana Joko Widodo “Jokowi” di Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang.  Berbagai macam survei yang telah digelar sejumlah lembaga pada akhirnya dijadikan acuan siapa yang akan dijadikan sebagai kandidat terkuat dan juga dinilai paling layak untuk dijadikan calon wakil presiden Jokowi.

Salah satu badan survei yang mengadakan jajak pendapat itu yaitu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dari survei yang telah dilakukan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah dinilai sebagai cawapres paling cocok dan paling ideal mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019  yang akan datang.

“Airlangga Hartarto, Cawapres ideal Jokowi agar kuat di parlemen,” ujar Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar pada keterangannya, Rabu, 25 Juli 2018.

Dan sesudah itu, Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar juga menyebutkan ada nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Muhaimin Iskandar sebanyak  21,5 persen.

Kemudian diikuti oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy sebanyak (16 persen),  Ketua Umum Partai NasDem,  Surya Paloh (8,6 persen) dan juga Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (3,1 persen).

Kemudian untuk gabungan tokoh lain  yaitu sebanyak 6,8 persen. Tidak tahu atau tidak jawab 8,3 persen.

Rully juga menjelaskan jika ketiga ketua partai politik koalisi dari pendukung Jokowi tersebut naik statusnya setelah pilkada menjelang pilres 2019. Hal  tersebut didapatkan sesuai dengan hasil survei, yang selanjutnya mendokrak elektabilitas mereka. “Hal ini disebabkan karena ketiganya masuk sebagai cawapres Jokowi,”  ujar nya.

Diari 3 ketua umum tersebut, Airlangga merupakan kandidat yang paling menonjol karena melonjaknya pengenalan, kesukaan, dan juga dinilai ideal untuk Jokowi  supaya bisa tercipta pemerintahan yang kuat atau strong government.

Dan di antara ketiga ketum partai tersebut, Airlangga Hartarto juga memiliki kedudukan paling tinggi lonjakan popularitasnya, yakni 18 persen, sedangkan untuk Cak Imin (Ketum PKB) hanya sebesar 4,1 persen dan Romi (Ketum PPP) hanya sebesar 6 persen.

“Karena melonjaknya pengenalan, kesukaan, dan dinilai ideal untuk Jokowi agar tercipta

strong government,” jelasnya.

Sedangkan jika dilihat dari tingkat kesukaan responden, responden  juga lebih menyukai Airlangga Hartarto jika dibandingkan Cak Imin dan Romahurmuziy yang akrab disapa Romi tersebut. Tingkat kesukaan Airlangga kurang lebih sekitar 76,3 persen, Cak Imin sebesar 59,7 persen dan Romi kurang lebih sebesar 55,5 persen.

Sementara itu, untuk politisi yang menanjak status ketua umumnya di kubu non-Jokowi  yaitu tetap berada di pihak Prabowo Subianto (Gerindra). “Prabowo paling tinggi karena hanya Prabowo satu-satunya ketua umum yang capres. Ketum lainnya tidak muncul sebagai capres,” kata Rully.

Survei nasional yang telah dilakukan oleh LSI Denny JA ini juga diselenggarakan secara serentak di sejumlah 34 provinsi di Indonesia pada rentang waktu 29 Juni  sampai dengan 5 Juli 2018 dengan cara wawancara tatap muka. Survei ini juga sudah melibatkan 1.200 responden yang dipilih berdasarkan multistage random sampling dengan margin error sekitar 2,9 persen.

Melalui Pengumpulan data pada 29 Juni – 5 Juli 2018, survei tersebut dilakukan. Metode sampling merupakan multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1200 responden dan margin of error ± 2.9 %.

Survei tersebut juga telah dilakukan wawancara tatap muka responden  dengan memakai kuesioner.  Selain itu juga telah dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan wawancara mendalam narasumber. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here