Muhaimin Iskandar : Parpol Koalisi Jokowi Semakin Solid Hadapi Pilpres 2019

0
103

Jakarta, namalonews.com- Sebagian besar partai di luar poros Joko Widodo berusaha melakukan penjajakan komunikasi intensif dalam menghadapi Pemilihan Presiden di tahun 2019 mendatang.

Untuk yang terakhir, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) di kawasan, Kuningan, Jakarta, pada hari Rabu malam, (25/7/2018).

Dalam menanggapi hal tersebut, Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB atau yang karib disapa Cak Imin ini mengaku bahwa dirinya merasa tidak khawatir.

Seperti halnya kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat pada kubu Prabowo.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar juga menjelaskan jika koalisi partai pengusung Joko Widodo solid untuk menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang akan datang.

Pria yang  sering dipanggil dengan Cak Imin tersebut mengungkapkan jika pihaknya tidak terpengaruh dengan berbagai macam pendapat yang negatif kubu pendukung Prabowo Subianto.

Menurut Cak Imin, hal yang wajar pimpinan Parpol yang belum menentukan arah koalisi melakukan penjajakan komunikasi.

Setelah menghadiri pembukaan “International Toys and Kids Expo” di JIExpo, Jakarta Jakarta cak Imin mengatakan jika Parpol pendukung Jokowi solid. Jadi jika para calon melakukan kerja sama itu merupakan hal yang wajar, khususnya pada saat menjelang penetapan capres-cawapres, Kamis, (26/7/2018).

Setelah diadakannya pertemuan SBY-Prabowo beberapa hari  yang lalu, Cak Imin mengatakan, jika koalisi Jokowi tidak merasa terpengaruh. Kerja-kerja politik partai pendukung Jokowi juga masih tetap terukur dan juga bisa terarah untuk bisa memenangkan Pilpres.

Muhaimin Iskandar pun juga menjelaskan, jika salah satu kesepakatan yang terjadi pada pertemuan enam partai koalisi Jokowi pada haris Selasa (24/7) yaitu termasuk memberikan waktu untuk Jokowi  untuk bisa menetapkan memilih cawapresnya.

Menurutnya  sejumlah enam Parpol yang  sudah memantapkan dukungan kepada Jokowi hanya bisa menghormati serta tidak terpengaruh dengan konstelasi politik yang berada di kubu lawan.

Bangunan koalisi partainya tetap solid dan tinggal menunggu Jokowi mengumumkan Cawapresnya.

Ia menambahkan ke enam Parpol yakni PKB, PDIP, Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura tinggal menunggu undangan Jokowi untuk mengupdate persiapan menghadapi Pilpres 2019.

Dirinya juga menjelaskan  bahwa kita hanya tingga menunggu saja, nanti akan ada pertemuan koalisi pimpinan partai pendukung Pak Jokowi dalam diskusi bentukan yang menjadi pilihan presiden.

Tak hanya itu saja, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar  juga menyikapi santai manuver partai pendukung Prabowo dalam membentuk koalisi.

Menurut  Cak Imin pertemuan Gerindra dengan mitra koalisinya jelang pembukaan masa pendaftaran pasangan capres-cawapres pada 4-10 Agustus yang akan datang itu wajar dilakukan.

Wakil Ketua MPR ini juga sangat menghormati pilihan koalisi dari masing-masing partai, sebab memiliki pertimbangan politik  untuk bisa memutuskan arah koalisi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah menilai bongkar pasang dari koalisi masih mungkin terjadi sampai adanya penutupan pendaftaran capres-cawapres pada tanggal 10 Agustus mendatang.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, koalisi tersebut masih cair terlebih koalisi pendukung Jokowi  atau Prabowo belum memutuskan cawapres.

Di kediamannya kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan  SBY mengatakan”Kalau apakah ada kemungkinan bongkar pasang koalisi ya dalam politik bisa saja, bisa iya bisa tidak, Rabu (25/7) malam.

SBY juga menambahkan bahwa “Pak Jokowi sekarang didukung 6 parpol, dalam statement itu beliau solid. Saya pikir benar. 6 parpol bisa setuju bisa juga tidak ada kemungkinan. Parpol  yang meninggalkan Jokowi  sebab tidak cocok cawapres ya anything can happen. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here