PDIP Merasa Khawatir Koalisi di Luar Jokowi Solid

0
148

Jakarta, namalonews.com- Menghadapi Pilpres 2019 yang akan datang SBY dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan. Dan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah dilakukan pada hari Selasa malam, 24 Juli 2018 kemarin.

Didi Irawadi selaku Wakil Sekjen Partai Demokrat, telah menuding Sekjen PDI Perjuangan yang bernama Hasto Kristiyanto  merasa khawatir terhadap pembentukan koalisi yang ada di luar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dengan demikian, Hasto Kristiyanto  tersebut telah menilai Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono “melankolis” pada saat dirinya mengungkap adanya berbagai macam halangan dan juga rintangan untuk bergabung ke dalam koalisi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 yang akan datang.

Didi Irawadi selaku Wakil Sekjen Partai Demokrat, mengatakan bahwa ada rasa khawatir setelah melihat pertemuan yang hangat tersebut. Sebab  merasa khawatir  jika koalisi akan menjadi solid ke depnnya.

“Jangan-jangan dia khawatir melihat pertemuan yang begitu hangat, bagus lalu mengeluarkan pernyataan tidak dalam konteks. Dia bilang melankolis itu bentuk kekhawatiran. Jadi khawatir koalisi akan semakin solid ke depan,” kata Didi Irawadi selaku Wakil Sekjen Partai Demokrat, pada saat sesi diskusi “Setelah Prabowo dan SBY Melakukan Pertemuan” di Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018) kemarin.

Dia pun juga menjelaskan, jika pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono / SBY dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto  yang dilkukan di kediaman SBY, pada hari Selasa yang lalu tersebut sangat hangat dan juga tampklah bersahabat.

Menurut Didi Irawadi, kedua tokoh nasional  SBY dan Prabowo Subianto itu mengadakan pertemuan untuk membicarakan banyak hal, dan tak hanya sekedar posisi capres dan cawapres di Pilpres 2019 saja yang dibahasnya.

Setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, Subianto berselang satu hari kemudian, suami dari Ani Yudhoyono itu akhirnya berjumpa Ketua Umum PAN, yaitu Zulkifli Hasan.

Untuk materi dari pertemuan yang dilakukan antara Ketua Umum Partai Demokrat SBY dengan pimpinan Gerindra dan PAN Zulkifli Hasan itu juga tidak jauh berbeda.

“Kalau, kami mulai dari situ koalisi itu lebih jelas dan solid, bagaimana mencari akar permasalahan. Bukan sekadar bagaimana kursi itu, Partai Demokrat tak pernah sekedar slogan, A presiden ku dan wakilnya aku. Tapi kedua belah pihak memulai bagaimana terbentuk koalisi,” kata dia.

Diadakannya pertemuan itu, dia pun melanjutkan, menimbulkan keinginan berkoalisi bertambah besar. Apabila pada awalnya hanya sebatas presentase 50-50.  Untuk sekarang ini, dia juga mengklaim bahwa untuk masing-masing pihak juga sudah menemukan chemistry.

Bahkan, sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang diadakan itu, dia juga menambahkan, bahwa masing-masing pihak kan membentuk tim kecil. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan, jika Partai Demokrat akan membuka peluang koalisi di luar Partai Gerindra danjuga Partai Amanat Nasional  PAN.

“Kami membuka ruang ke siapapun, PKS juga partai-partai lain, itu sudah sampai pembentukan tim kecil. Kurang lebih lima orang lah, tetapi enggak tau dari sana berapa,” tambahnya.

Diharapkan Partai Amanat Nasional (PAN) dapat berkoalisi bersama Demokrat, Gerindra, dan mitra koalisi lainnya. Selain itu, Demokrat juga berharap jika, partai lain dapat bergabung.

Oleh sebab itu kedepannya nanti, Partai Demokrat  akan mengadakan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Berkarya akan diundang oleh Partai Demokrat untuk bersekutu memenangkan Pilpres 2019 yang akan datang. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here