Perlawanan Kubu Jokowi Terhadap Curhatan SBY

0
120

Jakarta, namalonews.com- Ketum Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, menggunakan sebuah momentum pertemuan dengan Ketum PAN yaitu Zulkifli Hasan untuk curhat mengenai hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri.

Menurut SBY bahwa relasinya tersebut dengan Ketum PDIP tersebut belum dipilih. Hal tersebut berujung dalam sulitnya Partai Demokrat untuk bergabung dalam koalisi para pendukung Jokowi.

Jokowi juga merupakan kader dari PDIP, yang diusung oleh partai pimpinan dari Megawati. Dapat dibilang bahwa PDIP Juga merupakan partai pengusung utama Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pengakuan SBY tersebut sontak menyinggung PDIP serta partai koalisinya. Para tokoh politik partai lainnya pun juga sempat melontarkan serangan balik terhadap Jokowi.

Pertama yaitu curhatan politis musiman SBY. Sekretaris Jendral PDIP yaitu Hasto Kristiyanto menyebut bahwa SBY tersebut selalu mengeluh mengenai hubungannya dengan Megawati saat menjelang Pilpres mendatang. Dia juga menilai bahwa keluhan musiman tersebut juga politis.

Hasto kini juga telah mempersilahkan untuk melihat jejak digital atau sebuah media cetak, bahwa pada saat menjelang Pilpres pasti SBY juga selalu menyampaikan keluhannya mengenai Megawati. Padahal Megawati juga baik-baik saja.

Hasto juga menduga bahwa keluhan SBY tersebut disebabkan oleh anaknya yaitu AHY yang sampai saat ini belum mendapatkan kepastian untuk menjadi capres atau cawapres.

Hasto mengatakan bahwa seluruh pergerakan politik SBY tersebut yaitu untuk anaknya, sedangkan Megawati juga jauh lebih luas dari itu. Megawati saat ini juga selalu berbicara tentang PDIP untuk Jokowi, untuk rakyat serta bangsa dan negara. Sedangkan SBY juga selalu saja mengeluhkan hubungan tersebut.

Kedua, jangan baper. Wakil Sekretari Jendral PPP yaitu Ahmad Baidowi mengatakan bahwa ia menilai mengenai perkataan SBY tentang hubungannya dengan Megawati yang terkesan mengancam. Dia juga meminta elite politik jangan baper atau bawa perasaan.

Baidowi mengatakan bahwa ia hanya menyayangkan SBY menjadi politisi senior bicara begitu, bahkan dalam sebuah kacamata komunikasi publik seperti untuk mengerah dalam sikap mengancam. Jadi elite politik tersebut juga jangan terlalu bawa perasaan.

PPP juga merupakan salah satu partai yang sudah menyatakan bahwa dukungannya terhadap Jokowi.

Ketiga, diminta menyelesaikan masalah. SBY juga mengungkapkan bahwa banyak berbagai halangan yang membuat partainya tersebut bergabung dengan Jokowi dalam pemerintahan. Menurutnya bahwa hambatan tersebut juga bukan karena hubungannya bersama Jokowi.

Namun, ia juga meminta khalayak untuk dapat menafsirkan sendiri mengenai hambatan tersebut. Banyak yang menganggap bahwa hambatan tersebut juga datang dari hubungan SBY serta Megawati yang saat ini masih panas.

Politisi PDIP yaitu Pramono Agung juga menilai bahwa SBY harus menyelesaikan beberapa rintangan yang ada saat ini.

Pramono juga mengatakan bahwa Jokowi sampai saat ini juga sudah menjalin komunikasi dengan baik bersama SBY. Jokowi juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan tertutup dan terbuka dengan Komandan Satuan Tugas Bersama atau Kogasma yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

SBY juga mengakui bahwa komunikasi dengan Jokowi tersebut sudah terjadi sejak 2014 silam.

Komunikasi keduanya tersebut juga semakin intens belakangan ini. SBY juga mengaku bahwa sudah lima kali bertemu dengan Jokowi dalam satu tahun terakhir ini.

Namun, SBY sendiri merasa bahwa ada beberapa hambatan bagi Demokrat untuk dapat bergabung dalam koalisi para pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

SBY juga mengungkapkan bahwa adanya sebuah hambatan pada saat jumpa pers setelah bertemu dengan Prabowo di kediamannya. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here