SBY Akui Capres yang jadi Superstar

0
324

Jakarta, namalonews.com- Ketum Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bertemu dengan Ketum PAN yaitu Zulkifli Hasan di kediamannya yang berada di Mega Kuningan, Jakarta untuk membahas mengenai penjajakan dalam berkoalisi dalam Pilpres 2019 mendatang.

SBY juga menjelaskan bahwa Partai Demokrat serta PAN juga telah bersepakat untuk dapat melakukan sebuah komunikasi dalam politik dengan intens sampai tanggal 10 Agustus yang akan datang. Jika kedua partai tersebut ditakdirkan untuk dapat berkoalisi, maka hal yang harus dilakukan yaitu visi serta misi dari lima tahun yang akan datang.

SBY juga menegaskan bahwa kedua partai tersebut juga tidak membahas mengenai power sharing, soal capres dan cawapres serta bagi-bagi kursi. Etikanya, dia mengatakan bahwa sosok cawapres yang akan diserahkan kepada capres nantinya yang akan diusung. Ia menghormati capres.

Menurutnya bahwa capres juga memiliki independensi dalam memilih cawapres. SBY juga menerangkan bahwa yang menjadi superstar pada Pilpres yaitu capres. Maka, suara capres tersebut juga harus dapat didengar.

Presiden yang juga menjabat dua periode tidak tahu apakah nanti juga akan berkoalisi dengan PAN. Namun, yang jelas kedua partai tersebut juga memiliki chemistry atau kecocokan yang kuat.

Setelah bertemu dengan PAN, apakah Partai Demokrat tersebut juga akan menjalin komunikasi dengan PKS? SBY juga mengatakan bahwa seharusnya yang lebih aktif dalam berkomunikasi bersama PKS yaitu Prabowo. Partai Demokrat, SBY juga mengatakan bahwa tetap akan membuka pintu koalisi dengan beberapa partai lainnya. Selama ini, hubungan antara Demokrat dengan PKS yaitu berjalan dengan cukup baik.

Zulkifli juga tidak terlalu banyak komentar, ia mengatakan bahwa kedua partai tersebut tidak membahas mengenai capres dan cawapres. Ia membahas mengenai keadaan terkini.

PAN juga harus terus melakukan berbagai manuver. Sehari sebelumnya, Zulkifli juga bertemu Jokowi. Padahal PAN juga sudah santer disebut untuk berkoalisi dengan PKS dan Partai Gerindra.

Sedangkan Sekjen dari PKS yaitu Mustafa Karnal sendiri juga mengatakan bahwa hal yang lebih penting hingga saat ini yaitu untuk segera mengintensifkan dalam komunikasi antar partai untuk dapat merealisasikan sebuah koalisi antarpihak.

Menurut Mustafa bahwa PKS juga masih konsisten dalam menyodorkan beberapa nama capres atau cawapres dari keputusan Majelis Syuro tersebut. Walaupun saat ini sudah ada yang mengatakan bahwa sudah mengerucut beberapa nama, ia yakin bahwa akan tetap menyodorkan sembilan nama tersebut.

SBY juga mengatakan bahwa kedaulatan dalam menentukan cawapres yaitu sepenuhnya ada ditangan capres. Atas alasan tersebut, Demokrat juga akan menyerahkan beberapa penentuan cawapres terhadap capres yang nantinya juga akan diusung.

SBY juga pernah menjadi capres dua kali pada Pilpres tersebut juga sangat paham mengenai dinamika penentuan cawapres. Dia juga menjabarkan jika dalam menetapkan pendamping, dirinya juga mempunyai indenpendensi yang cukup tinggi dan tidak ada tekanan dari beberapa partai koalisi.

Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya hal tersebut etika atau tata kramanya karena ia pernah dua kali menjabat capres, cawapres tersebut yang lebih berinisiatif yaitu capres.

Pada saat nanti pihaknya tersebut akan membangun sebuah koalisi dengan beberapa parpol lainnya, maka capres yang diusungnya tersebut juga harus mempunyai sebuah independensi yang demikian rupa. Karena dalam memilih cawapres juga harus dipertimbangkan berbagai hal aspek dan adanya kemungkinan untuk mendengarkan berbagai usulan dari partai koalisi yang lainnya. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here