SBY Keluarkan Pernyataan Terkait Statement Romahurmuziy Hingga Ungkap Hubungannya dengan Jokowi-Megawati

0
301

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum Partai Demokrat,  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan peringatan keras kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy yang kerap disebut Romi ketika mengatakan konferensi pers di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

SBY mengatakan jika pernyataan Romi mengenai Demokrat batal berkoalisi  sebab tawaran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju sebagai cawapres Joko Widodo ditolak merupakan kesalahan besar.

SBY juga menambahkan dan mengharapkan agar Bung Romi  bisa lebih hati-hati lagi dalam berbicara karena tidak baik bagi pemimpin atau pun politisi mengeluarkan pernyataan tanpa ada dasar yang kuat.

Setelah mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto, SBY memang mengatakan jalan untuk membangun koalisi dengan Gerindra yang terbuka lebar.

Kemudian SBY juga menjelaskan bahwa jalan untuk membuka koalisi dengan kubu Jokowi ada rintangan yang besar.

SBY mengatakan bahwa rintangan itu datang dari partai-partai koalisi pendukung Jokowi.

SBY dalam pernyataannya mengatakan “Tanpa saya sebutkan info dari mana saya mendengar bahwa partai pengusung Pak Jokowi mengatakan bahwa jika Partai Demokrat akan bergabung maka harus melalui persetujuan semua partai yang bergabung, sebagai orang tua paham maksud tersebut.

“Jadi hambatan bukan pada Pak Jokowi, tetapi pada koalisi,” ungkap SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menceritakan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri.

SBY juga mengaku apabila setahun terakhir ia menjalin komunikasi yang baik dengan Jokowi.

Apalagi sesudah mereka berkomunikasi secara intensif dalam enam bulan terakhir.

SBY juga mengatakan pada Oktober 2014 Jokowi akan mengajak dirinya untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan.

SBY mengungkapkan apabila saat itu Demokrat memutuskan tidak mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2014. Setelah itu SBY bertemu dengan Jokowi pada tahun 2015.

Dan ketika itu, Jokowi mengulangi ajakannya untuk bergabung. SBY mengatakan saat itu jawabannya masih sama.

SBY kemudian menyebutkan apabila dirinya sempat difitnah mengenai aksi 212.

Hal tersebut membuatnya berkunjung ke istana untuk memberikan klarifikasi kepada Jokowi, dan sejak saat itu keduanya sering bertemu.

SBY juga mengungkapkan, apabila cocok, Jokowi bisa diusung oleh partainya  untuk Pilpres 2019.

Pada Mei 2018, SBY menyatakan dirinya masih berhubungan baik dengan Jokowi.

Menurut SBY, Jokowi sungguh-sungguh mengajaknya untuk bergabung.

SBY menanyakan apakah partai koalisi Jokowi lainnya bisa menerima Demokrat jika bergabung, setiap kali bertemu.

Jokowi mengatakan bisa, akan tetapi SBY selanjutnya melihat realitas hubungannya dengan Megawati, yang menurutnya belum pulih.

“Masih ada jarak, masih ada hambatan di situ,” ujar  SBY.

Selanjutnya, SBY memberikan klarifikasi mengenai  pemberitaan yang mengatakan apabila dirinya mengajukan cawapres kepada Jokowi.

SBY juga menjelaskan apabila hal tersebut sama sekali tidak benar.

Dia juga menambahkan “Tidak pernah, termasuk yang disebut-sebut AHY, silahkan ditanyakan kepada Pak Jokowi. Pak Jokowi juga tidak pernah menawarkan posisi cawapres kepada Demokrat.

“Jadi kami selama melakukan 5 kali pertemuan secara intensif tidak pernah membahas cawapres, kami tidak pernah meminta, dan beliau juga tidak pernah menawari posisi itu.”

SBY kemudian memberitahukan perubahan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya harus mengatakan nampaknya ada hambatan bagi Demokrat untuk berada dalam koalisi. Sungguh pun saya benar-benar merasakan kesungguhan Pak Jokowi untuk mengajak kami, tetapi saya mengetahui tanpa harus saya sampaikan dari mana sumbernya, memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat untuk berkoalisi dengan beliau,” ujar SBY. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here