SBY: Saya Bukan Bawahan Jokowi, Tak Perlu Izin Tentukan Koalisi

0
215

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY meminta kepada juru bicara Instana yaitu Ali Ngabalin supaya berhati-hati jika mengeluarkan sebuah statement. Hal tersebut menyusul pernyataan Ali Ngabalin yang menyebut bahwa Partai Demokrat tersebut juga sulit untuk bergabung dalam sebuah koalisi dari pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut SBY bahwa Demokrat sendiri juga mempunyai hak untuk menentukan hak politiknya tersebut dalam ajang Pilpres 2019 mendatang. Selain itu, ia juga tidak perlu meminta izin terhadap Jokowi.

SBY mengatakan bahwa ia tidak harus meminta izin kepadanya. SBY juga bukan bawahan dari Jokowi. Partai Demokrat tersebut juga bukan Partai Jokowi. Mereka juga saling menghormati satu sama halin. Ngabalin juga harus berhati-hati dalam berbicara.

SBY juga menekankan sampai saat ini juga tidak pernah sukit dalam membangun sebuah komunikasi dengan Jokowi. Menurutnya bahwa hambatan tersebut justru akan terjadi dengan beberapa koalisi partai para pendukung Jokowi.

SBY sendiri tidak mengatakan jika hambatan dengan Jokowi namun ada beberapa hambatan yang terjadi dengan koalisi. Nah dapat ditafsirkan mengenai hal itu. Dan tidak ada berbagai kata yang harus minta izin. Ia juga tidak tahu sekolahnya dimana orang yang seperti itu.

SBY juga menyangkal mengenai pernyataan dari Romi yang menyebut bahwa Demokrat akan batal berkoalisi mendukung Jokowi karena sebuah permintaannya mengenai posisi cawapres yang tidak diterima.

SBY mengatakan bahwa hal tersebut salah, Romi juga harus berhati-hati dalam mengeluarkan berbagai statment tanpa sebuah dasar yang cukup kuat. Romi merupakan sahabatnya, ia juga berharap agar hati-hati.

SBY menyatakan jika selama ini Jokowi juga tidak pernah memintanya untuk membahas mengenai cawapres. Dia juga tidak menyodorkan Agus Harimurti Yudhoyono untuk dapat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut SBY bahwa dia juga menyatakan ada kemungkinan Demokrat tersebut mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang dengan beberapa persyaratan. Salah satunya yaitu kepastian kerangka koalisi, saling menghormati, bertekad baik, saling percaya, hubungan baik antara anggota koalisi, senyawa dan mereka mendapatkan sebuah jatah posisi di dalam kabinet.

SBY juga mengatakan bahwa Jokowi sendiri tidak pernah menawarkan sebuah posisi menjadi cawapres dan ia juga tidak meminta posisi tersebut. Ini supaya baik baginya dan bagi Jokowi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh SBY mengenai tudingan Ngabalin yang menyebutnya bahwa ia menolak tawaran dari AHY untuk menjadi salah satu menteri setelah Pilpres 2019 mendatang.

SBY juga menegaskan jika Partainya tersebut mempunyai hal untuk menentukan hak politiknya dalam Pilpres tersebut. SBY juga menyebut bahwa pertanyaan dari Ngabalin bahwa partai Demokrat berlabuh ke dalam koalisi umat tanpa pamit dengan Jokowi menjadi salah satu sikap yang menggambarkan negarawan yang sangat tidak tepat.

SBY mengatakan bahwa ia tidak harus izin kepada Jokowi, karena ia bukanlah bawahan dari Jokowi. Partai Demokrat sendiri bukan merupakan Partai Jokowi.

Sebelumnya bahwa Partai Demokrat sendiri juga menanti pengumuman Jokowi mengenai siapa sosok yang akan menjadi cawapresnya dalam Pilpres 2019 mendatang. Sosok cawapres tersebut juga akan menentukan sikap dari Demokrat sendiri dan di antara yang menjadi pertimbangannya yaitu bahwa sosok tersebut yang bersahabat dengan Partai Demokrat.

Ferdinand menegaskan bahwa hingga saat ini Demokrat juga belum menentukan sikap apakan akan merapat ke koalisi Jokowi atau Prabowo. Demokrat juga masih menunggu, terutama mengenai keputusannya untuk menentukan siapa yang akan dipilih menjadi cawapres Jokowi tersebut. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here