Soal Nyapres, Anies: Belum Apa-Apa Ngapain Mengajukan Izin?

0
169

Jakarta, namalonews.com- Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, termasuk salah satu tokoh yang banyak disebut oleh berbagai kalangan mempunyai peluang untuk menjadi bakal calon presiden pada pilpres 2019. Bahkan, banyak kalangan memprediksi bahwa mantan Mendikbud Kabinet Kerja itu  mempunyai potensi untuk benar-benar menjadi calon presiden. Banyak prediski yang menyatakan bahwa ia bisa mengalahkan calon presiden petahana, Jokowi.

Sehubungan dengan hal tersebut, mantan rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu menyatakan bahwa dirinya belum meminta izin kepada Presiden Jokowi.

“Kalau belum ada apa-apa, ngapain mengajukan izin?” ujar Anies di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, 29 Juli 2018.

Apabila nantinya Anies benar-benar maju atau dimajukan sebagai calon presiden,  berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 32 Tahun 2018, ia harus minta izin kepada Presiden Jokowi.

PP tersebut berisi peraturan tentang gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, atau wakil walikota yang akan dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebagai calon Presiden atau calon Wakil Presiden harus meminta izin kepada Presiden.

Anies selalu saja mengelak saat ditanya,  apakah ada tawaran menjadi presiden atau wakil presiden untuk pilpres 2019. Anies tidak menjawab secara tegas dssn lugas terkait pertanyaan seputar dirinya dicalonkan atau ada tawaran untuk menjadi capres-cawapres. Dia hanya tersenyum

“Semua itu ranah partai,” ujar Anies, yang memang bukan orang partai, baik anggota maupun pengurus partai politik.

Nama Anies kian menguat setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan, bersedia tidak maju lagi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Prabowo memberi sinyal mempersilakan calon lain maju untuk diusung koalisi partainya dalam Pilpres 2019, saat memberikan pidato di acara Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), Jumat malam, 27 Juli 2018, di Jakarta.

“Saya siap jadi alat untuk perubahan, saya siap untuk jadi alat umat dan alat rakyat Indonesia,” ucap Prabowo di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, tempat berlangsungnya Ijtima Ulama.

Lebih lnjut Prabowo  juga menegaskan bahwa dia siap mendukung orang yang lebih baik jika dirinya tidak dibutuhkan. Menurut Prabowo, inilah komitmennya.

“Tapi saya tidak dibutuhkan dan ada orang yang lebih baik, saya siap mendukung kepentingan rakyat dan umat Indonesia. Itu komitmen saya,” jelas Prabowo.

Prabowo mengatakan, dia dan partainya akan siap berjuang dan menjadikan Indonesia lebih baik.

“Bahwa dengan kekuatan saya dan Gerindra, kita akan berjuang untuk kepentingan bangsa, rakyat, umat dan kedaulatan. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Dan kita tidak mau jadi anteknya orang asing,” pungkas Prabowo.

Walaupun Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menyebut siapa nama calon yang diberi peluang untuk menggantikan posisinya, namun nama Anies disebut-sebut akan menggantikan posisi Prabowo.

Lebih daripada itu, saat Anies baru saja tiba di lokasi acara Ijtima Ulama, peserta yang terdiri dari ulama dan politikus dari pihak oposisi itu sempat berteriak.

“Anies Presiden”.

“Anies Presiden”, teriak peserta Ijtima Ulama

Memang, Anies  belum bersuara tentang capres dan cawapres. Namun demikian, dalam pidato sambutannya di acara Ijtima Ulama, dia meyakini bahwa akan ada sejarah baru yang ditoreh Indonesia.

“Insyallah kita lihat sejarah masa lalu dan insyallah sekarang akan kita saksikan sejarah baru dan ini adalah kebanggaan,” jelasnya.

Di hadapan para  tokoh partai politik yang menantang Jokowi, Anies juga mengatakan bahwa kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

“Indonesia dikagumi bukan karena beragam, tapi karena bisa bersatu dalam keberagaman. Insyallah akan muncul semangat persatuan bahwa kepentingan bangsa, negara, dan umat ada di atas segalanya,” tandas Anies.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here