Tunggu! Pada 20 September 2018 Indonesia Sudah Punya Capres-Cawapres. Siapa Mereka?

0
373

Jakarta, namalonews.com- Hingga kini, rakyat Indonesia masih diliputi pertanyaan besar yang mengganjal: siapa capres dan cawapres  untuk pilpres 2019. Pertanyaan itu bakal terjawab setidak-tidaknya pada tanggal  20 September 2018.

Sebab, pada tanggal 20 Sepember 2018  tersebut  Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan secara ressmi pasangan capres/cawapres peserta pilpres 2019.

Hal itu dikatakan oleh Komisioner KPU, Hasyim Asyari. Ia mengatakan bahwa tahapan lengkap pencalonan capres dan cawapres diawali dengan pendaftaran pasangan calon. Periode ini dibuka pada 4 Agustus hingga 10 Agustus 2018.

Tambah  Hasyim, ketika pasangan capres telah didaftarkan,  maka sehari kemudian mereka bisa segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pesannya adalah pendaftaran segera dilakukan,” kata Hasyim, dalam sosialisasi tahapan Pemilu 2019 bersama perwakilan partai politik peserta pemilu, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (27/7/2018) malam.

Hasyim menambahkan bahwa proses selanjutnya adalah  tahap pemberitahuan tertulis hasil verifikasi, yakni  pada tanggal  15-17 Agustus. Apabila ada administrasi yang perlu dilengkapi oleh pasangan calon, lanjut Hasyim,  pasangan calon (paslon) presiden atau wakil presiden  diberi waktu dari tanggal 18-20 Agustus  2018 untuk melakukan pelengkapan. Pemberitahuan tertulis hasil verifikasi ulang, tambahnya,  jatuh pada tanggal 25-27 Agustus 2018.

Pada tahap selanjutnya,  KPU akan memberitahu hasil kelengkapan dokumen persyaratan administratif kepada pimpinan parpol atau gabungan parpol pengusung capres/cawapres dan bakal pasangan calon pada 15-18 September 2018.

“Setelah itu penetapan calon peserta pemilu presiden dan wakil presiden jatuh pada 20 September,” imbuh Hasyim.

Satu hari  kemudian, jelas Hasyim, pasangan calon presiden dan wakil presiden bisa mendapatkan nomor urut dari KPU.

Berikut adalah tahapan lengkap pencalonan presiden dan wakil presiden.

  1. Masa pendaftaran (4-10 Agustus 2018).
  2. Pemeriksaan kesehatan (5-13 Agustus 2018).
  3. Verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif bakal pasangan calon (11-14 Agustus 2018).
  4. Pemberitahuan tertulis hasil verifikasi (15-17 Agustus 2018).
  5. Perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif (18-20 Agustus 2018).
  6. Penyerahan perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif (20-22 Agustus 2018).
  7. Verifikasi perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif bakal pasangan calon (22-24 Agustus 2018).
  8. Pemberitahuan tertulis hasil verifikasi ulang (25-27 Agustus 2018).
  9. Pengusulan bakal pasangan calon pengganti oleh parpol atau gabungan parpol yang usulannya tidak memenuhi syarat (28 Agustus-10 September 2018).
  10. Verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif (11-14 September 2018).
  11. Pemberitahuan hasil verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif kepada pimpinan pimpinan parpol dan atau pimpinan parpol yang bergabung dan bakal pasangan calon (15-19 September 2018).
  12. Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (20 September 2018).
  13. Penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden (21 September 2018).

Pasangan capres dan cawapres yang telah ditetapkan oleh KPU tersebut  selanjutnya akan bertarung  pada pilpres 2019. Melalui sosialisasi program dan kampanye mereka akan  berebut pengaruh untuk menarik simpati para pemilih yang diperkirakan mencapai jumlah 196,5 juta orang dari 265 juta jiwa jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pelaksanaan kampanye pilpres akan dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Pada kampanye itu ada pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye, dan pemasangan alat peraga.

“Rapat umum dan pemasangan iklan di media massa pada masa kampanye dilaksanakan tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019,” kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi.

Untuk pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara digelar pada 17 April 2019. Bulan April sampai Mei adalah penetapan untuk kabupaten/kota pada tanggal 27 April sampai 6 Mei, penetapan untuk provinsi pada 3-9 Mei, dan penetapan tingkat nasional pada 8-22 Mei 2019.

Jika pemilu presiden dilaksanakan dua putaran maka pemutakhiran daftar pemilih dilaksanakan pada 23 Juni sampai 22 Juli 2019, dan masa kampanye dilaksanakan pada 4-17 Agustus. Kemudian masa tenang dilaksanakan pada 18-20 Agustus 2019, dan pemungutan serta penghitungan suara berlangsung pada 21 Agustus.

“Penetapan hasil tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 28 Agustus tingkat provinsi tanggal 29 sampai 31 Agustus, untuk tingkat nasional pada tanggal 31 Agustus sampai 8 September 2019,” demikian Pramono.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here