Upaya KPU Menghadapi Pilpres 2019, Termasuk Peringatkan Untuk Segera Bentuk Koalisi Capres-Cawapres

0
198

Jakarta, namalonews.com- Dalam menghadapi Pilpres 2019 yang akan datang,  Komisioner KPU RI, yang bernama Hasyim Asyari, memperingatkan supaya partai politik agar segera membentuk koalisi untuk mengusung calon presiden dan juga calon wakil presiden yang akan diusung di Pilpres 2019 yang akan datang.

Menurut Komisioner KPU RI, tahapan pendaftaran dari capres-cawapres di Pilpres 2019 memang sangat berdekatan waktunya. Dengan demikian,  dirinya mengatakan bahwa proses pendaftaran tersebut dilakukan pada awal waktu supaya bisa memudahkan calon pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan itu. Sedangkan untuk, pendaftaran nya dibuka mulai 4 sampai dengan 10 Agustus 2018.

“Segera membangun koalisi sekarang supaya nanti capresnya masih fresh,” kata Hasyim Asyari Komisioner KPU RI, ditemui di kantor KPU RI, Jumat (27/7/2018).

Komisioner KPU RI  juga menjelaskan, mulai dari tanggal 4 sampai dengan tanggal 27 Agustus akan dilakukan sejumlah persiapan bagi pasangan calon presiden-wakil presiden. Ini dimulai dari waktu pendaftaran pada 4-10 Agustus 2018.  Kemudian untuk pemeriksaan kesehatan pada 5- sampai dengan 13 Agustus 2018.

Pada tanggal  11 sampai dengan 14 Agustus 2018, untuk pelaksanaan verifikasi kelengkapan dan juga kebenaran dokumen persyaratan administratif untuk bakal pasangan calon.

Untuk pemberitahuan tertulis hasil verifikasi  yaitu pada tanggal  15 sampai dengan 17 Agustus 2018, perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif pada 18 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2018.

Penyerahan perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif pada 20 hingga tanggal 22 Agustus 2018, Verifikasi perbaikan dan atau melengkapi persyaratan administratif bakal pasangan calon pada 22 sampai dengan 24 Agustus 2018, dan pemberitahuan tertulis hasil verifikasi ulang pada 25-27 Agustus 2018.

Dia juga menambahkan jika“Masa pendaftaran calon sebagaimana kita ketahui pada 4-10 Agustus 2018. Kemudian tahapan berikutnya ialah ketika ada paslon yang didaftarkan lalu langsung pemeriksaan kesehatan.

Komisioner KPU RI tersebut melanjutkan, untuk pemeriksaan kesehatan secara simultan. Maka sehari setelah pendaftaran langsung dilakukan pemeriksaan.

selain itu hasyim juga mengatakan Setiap orang yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) ke KPU tidak dapat lagi mencalonkan diri sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2019.

Menurut Hasyim, ketentuan bukan berdasarkan putusan yang dibuat KPU. Namun hal ini berdasarkan aturan yang terdapat dalam UU Nomor 7 Tahun 2017.

Akan tetapi hal ini berbeda bagi pimpinan atau anggota MPR dan DPR yang ingin mencalonkan diri sebagai capres-cawapres. Hasyim Asyari Komisioner KPU RI juga mengatakan, mereka tidak perlu mengundurkan diri dari jabatannya.

“UU mengatur bagi yang sedang menduduki jabatan sebagai pimpinan atau anggota MPR, DPR, DPD, kalau mau mencalonkan tak perlu mengundurkan diri,” ujar Hasyim.

Aturan yang terkait dengan persyaratan menjadi capres dan cawapres tidak boleh sedang mencalonkan diri sebagai caleg terdapat dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 169 huruf k.

Menghadapi pilpres Ketua KPU Arief Budiman juga melakukan sosialisasi mengenai mekanisme dan persyaratan pengajuan bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Kantor KPU RI, Jakarta, pada hari Jumat (27/7/2018) malam.

Arief Budiman juga menuturkan, KPU juga telah membuka help desk untuk membantu peserta pemilu apabila mereka mengalami suatu kesulitan.

Dan dengan cara bersamaan, Komisioner KPU yang bernama Hasyim Asyari tersebut mengatakan bahwa , sosialisasi ini memang sangatlah diperlukan, karena mengingat pendaftaran pasangan capres-cawapres yang sudah semakin dekat. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here