Yusril Tegaskan PBB Belum Tentu Dukung Prabowo di Pilpres 2019

0
264

Jakarta, namalonews.com- Ketum PBB yaitu Yusril Izha Mahendra yang hadir dalam sebuah acara Ijtima Ulama GNPF serta tokoh nasional yang digelar di Menara Panisula di Jakarta. Dia mengatakan bahwa ia hadir untuk memenuhi undangannya.

Ia juga mengatakan bahwa mendengar apa yang telah dibicarakan oleh para Ijtima, para ulama tersebut. Dan jika ada sebuah masukkan yang akan diminta, ia akan memberikan sebuah masukan.

Meskipun hadir dalam acara tersebut, Yushril juga menegaskan bahwa PBB hingga saat ini belum menentukan sikap politik dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia juga ingin melihat terlebih dahulu untuk kepentingan apa yang akan dibawa nanti.

Ia juga mengatakan bahwa ia juga harus menimbang dalam kepentingannya, kepentungan bangsa Indonesia dan juga kepentingan umat islamnya. Apakah memang ia rasakan koalisi tersebut juga ada manfaatnya atau tidak. Jika tidak ada manfaatnya, ia merasa juga tidak perlu untuk bergabung dalam sebuah koalisi. Jika ada manfaatnya maka ia kan teruskan.

Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut bukan tanpa alasan. Karena memiliki sebuah pengalaman pada saat Pemilu 1999 serta 2014 silam. Dimana, pada salah satunya tidak pernah di undang dalam setiap pembicaraan mengenai parpol koalisinya tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa tidak pernah diundang dalam rapat koalisi tersebut. Dan ia juga tidak mendatanginya. Ia juga tidak pernah diundang, tidak pernah diajak berbicara secara tiba-tiba dalam beberapa medsos yang sudah dicantumkan PBB yaitu koalisi.

Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra juga menyatakan jika partainya tersebut tidak akan medukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut juga disampaikan Yusril dalam Mukernas PBB di sebuah Hotel Menara Penisula di Jakarta.

Yusril mengatakan bahwa jika dukung Jokowi dari awal memang sudah tidak ada yang mau.

Ia juga mengatakan bahwa dalam Mukernas tersebut PBB juga akan menentukan sebuah dukungannya terhadap capres selain dari Jokowi.

Diantaranya yang akan berpotensi didukung oleh PBB yaitu Prabowo Subianto serta Gatot Nurmantyo.

Pada saat ditanya mengenai apakah dirinya tersebut akan diajukan menjadi cawapres pendamping dari kedua nama tersebut, ia juga mengatakan bahwa tidak pernah ngotot sebagai capres atau cawapres.

Ia juga memprediksi bahwa kemungkinan juga akan berdialog bersama dengan Prabowo dan Gatot mengenai Pilpres 2019 mendatang beberapa hari kedepan.

Pada saat ditanya apakah akan memilih Prabowo atau Gatot, ia mengatakan bahwa hal tersebut akan dibahas dalam Mukernas.

Bahkan jika nantinya pada Pilpres 2019 mendatang hanya Jokowi yang akan menjadi capres, PBB akan memilih untuk memberikan dukungan kepada kotak kosong.

Penegasan tersebut juga diuraikan Ketum PBB yaitu Yusril setelah menjadi pembicara dalam Musyawarah Nasional Umat Islam.

Yusril mengatakan bahwa untuk pembicaraan mengenai antarpartai tantu ia juga sering melakukannya. Dengan Partai Gerindra, PKS maupun PAN. Jika dengan PDIP tresebut ia tidak ada pembicaraan.

Menurutnya bahwa PBB saat ini juga lebih memilih mendengarkan alternatif calon lainnya. Bahkan ia juga menegaskan bahwa Jokowi akhirnya akan maju menjadi calon tunggal, maka pihaknya tersebut juga akan mendukung kontak kosong.

Ia juga mengatakan bahwa ia tidak akan mendukung Jokowi. Jika Jokowi merupakan calon tunggal, ia juga akan dukung kotak kosong saja.

Disinggung mengenai alternatif calon lain dalam Pilpres 2019 mendatang, secara tegas ia mengaku bahwa telah menjalin sebuah komunikasi dengan bebetapa nama yang sudah ada seperti Prabowo hingga Gatot Nurmantyo. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here